Uji Coba Parkir Gate Diwarnai Protes

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 494

Uji Coba Parkir Gate Diwarnai Protes
DIALOG - Anggota DPRD Singkawang, Sujianto berdialog dengan warga yang menolak penerapan parkir gate di Pasar Ikan Alianyang Singkawang saat dilakukan uji coba, Rabu (3/1). Pedagang dan juru parkir beralasan parkir gate akan merugikan mereka. (SP/Rudi)

Dinas Terkait Akan Lakukan Evaluasi


Ketua IPPIAS Singkawang, Muchsin Effendi
"Dengan adanya uji coba sistem gate ini bukan menggambarkan bahwa kami (jukir) setuju dengan sistem ini. Jika ada yang beranggapan seperti itu, saya katakan salah besar"

SINGKAWANG, SP – Uji coba parkir sistem gate oleh Dinas Perdagangan, Perinduistrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) di pasar Ikan Alianyang Singkawang, Rabu (3/1) diwarnai protes oleh sejumlah juru parkir di pasar tersebut.

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Ikan Alianyang (IPPIAS) Singkawang, Muchsin Effendi mengatakan, meskipun uji coba dilakukan namun ia menegaskan bukan berarti pedagang maupun juru parkir setuju dengan penerapan parkir gate yang akan diterapkan.

"Dengan adanya uji coba sistem gate ini bukan menggambarkan bahwa kami (jukir) setuju dengan sistem ini. Jika ada yang beranggapan seperti itu, saya katakan salah besar," katanya.

Dengan pemberlakukan parkir gate, menurutnya menimbulkan banyak masalah dan menyalahi aturan. Salah satunya pemerintah tidak menyiapkan sarana parkir di dalam lokasi pasar.

“Kemudian yang dipakai untuk sistem gate ini adalah badan jalan. Lebih parahnya lagi, warga yang berdomisili di sekitar Pasar Ikan Alianyang ini adalah merupakan hak pribadi," ujarnya.

Masalah lain menurutnya penerapan parkir gate juga menurunkan pendapatan pedagang yang berjualan di pasar.

“Dengan begitu otomatis akan mengurangi omzet penjualan dari para pedagang di Pasar Ikan Alianyang Singkawang.

Karena itu, Muchsin meminta DPRD Singkawang untuk memberikan solusi yang terbaik bagi para jukir Pasar Ikan Alianyang Singkawang.

"Bila perlu robohkan sistem Gate ini, kalau dipaksakan saya khawatir akan menimbulkan konflik," pintanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Perdagangan (Disperindagkop dan UKM) Singkawang, Triwahdina Safriantini mengatakan, uji coba dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan dengan penerapan sistem gate.

"Apakah dalam pelaksanaannya nanti akan ada hambatan dan sebagainya, setelah itu kita lakukan evaluasi untuk diputuskan," katanya.

Dirinya juga belum dapat memastikan apakah sistem gate di Pasar Ikan Alianyang Singkawang sudah bisa diberlakukan atau dihentikan sementara.

"Artinya, setelah melihat kondisinya di lapangan seperti ini, memungkinkan kita untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan yang dihadapi," ujarnya.

DPRD Singkawang Gelar Rapat


Wakil Ketua Komisi II DPRD Singkawang, Viktorianus menilai parkir sistem gate yang diberlakukan terlalu dekat dengan jalan umum.

Ditambah lagi lokasi parkir gate yang akan diberlakukan bukan di tanah milik pemerintah. Seharusnya pemerintah mengerti akan hal ini.

"Jadi besok (hari ini, red) Komisi II DPRD Singkawang akan menggelar rapat membuat rumusan baru. Kita sampaikan ke dinas terkait, apakah sistem ini akan dilanjutkan atau tidak," katanya.

Untuk itu, dia berharap para jukir dan masyarakat yang ada di Pasar Ikan Alianyang Singkawang mau bersabar menunggu hasil rapat.
 
"Boleh menyampaikan aspirasi, tapi jangan anarkis," pintanya.

Cictorianus menegaskan pihaknya akan pro ke rakyat. Terlebih hasil pemantaun yang dilakukannya, parkir gate juga menimbulkan kemacetan.

"Apalagi pada hari-hari besar nanti," ujarnya. (rud/jee)