Pembuatan Replika Naga di Singkawang

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 364

Pembuatan Replika Naga di Singkawang
REPLIKA NAGA - Pembuatan reflika sembilan naga yang akan ditampilkan panitia pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2018, sudah hampir selesai. (SP/Rudi)

Naga Siap Songsong Imlek dan Cap Go Meh


Pembuatan reflika sembilan naga yang akan ditampilkan panitia pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2018 sudah hampir selesai. Ketua panitia reflika sembilan naga, Bong Sin Fo mengatakan, pembuatan naga-naga tersebut ditargetkan akhir Januari selesai 100 persen.

SP - "Sekarang ini hanya tinggal finising saja," katanya, Kamis (11/1).

Dimana setiap naga nantinya akan memiliki warna yang berbeda-beda termasuk yang akan membawanya nanti. "Ke 9 naga itu punya warna yang berbeda-beda, ada warna emas, hijau, kuning, merah, putih, biru, abu-abu, orange dan pink," ujarnya.

Agar terlihat memancar, nantinya pada naga-naga tersebut, juga akan dipasangi lampu LED yang disesuaikan dengan warna setiap naga.

"Sedangkan untuk ukurannya juga berbeda-beda disetiap naganya," ungkapnya.

Untuk naga emas, ukurannya 0,85 x 60 meter dengan 19 ruas, naga hijau 0,85 x56 meter dengan 17 ruas, naga perak 0,75 x 48 meter dengan 15 ruas, dan naga kuning 0,75 x 48 meter dengan 15 ruas.

Kemudian naga merah 0,75 x 48 meter dengan 15 ruas, naga biru 0,65 x 36 meter dengan 11 ruas, naga abu-abu dengan 0,65x 36 meter dengan 11 ruas, naga orange 0,55 x 28 meter dengan 9 ruas dan untuk naga pink 0,55 x 28 meter dengan 9 ruas.

"Masing-masing ruas juga memiliki panjang tiga meter," jelasnya.

Kemudian, pada pawai lampion nanti, lanjutnya, naga-naga ini juga akan diturunkan dengan memiliki masing-masing filosofi sesuai dengan warnanya.

"Misalnya lima dari sembilan warna yang mewakili lima unsure. Yaitu emas, kayu, air, api dan tanah, sedangkan empat warna lainnya, dipilih karena warnanya yang unik, sehingga dari jauh akan terlihat berwarna-warni yang indah," katanya.

Kemudian dari 9 reflika naga ini nanti, katanya, jalannya juga tidak berpencar (terpisah-pisah), tetapi akan selalu menyatu. (rudi hariyanto/lis)

Komentar