Penimbun Elpiji Subsidi Diringkus Polisi

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 186

Penimbun Elpiji Subsidi Diringkus Polisi
PENIMBUNAN ELPIJI – Polisi saat mengerebek lokasi penimbunan elpiji. Di Singkawang, polisi mengamankan dua orang tersangka penimbun elpiji di lokasi berbeda dan mengamankan ratusan tabung elpiji tiga kilogram. (Net)

Ditemukan Ratusan Tabung Ukuran Tiga Kilogram  


Kapolres Singkawang, AKBP Yuri Nurihidayat
"TLM alias AM kita amankan karena dia tidak dapat menunjukkan izin penyimpanan tabung gas elpiji secara sah"

SINGKAWANG, SP – Dugaan praktik ilegal penimbunan hingga menyebabkan harga jual gas elpiji tiga kilogram melonjak ternyata bukan isapan jempol. Hal ini terbukti setelah anggota Polres Singkawang membekuk dua pelaku yang diduga menimbun elpiji subsidi untuk masyarakat miskin tersebut, Senin (15/1).

Kedua pelaku yang diringkus berinisial EN alias IN dan TLM alias AM. EN diringkus di Jalan Ratu Sepudak, Kelurahan Semelangi Kecil, Kecamatan Singkawang Utara.  

Sedangkan TLM diamanakan di sebuah rumah tokok (ruko) di Jalan Karang Intan, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, selang satu jam setelah polisi melakukan pendalaman terhadap EN.

Kapolres  Singkawang, AKBP Yuri Nurhidayat mengatakan, awalnya pihaknya menemukan barang bukti 133 tabung ukuran tiga kilogram yang diduga hasil penimbunan dari tersangka EN.

Kemudian, polisi melakukan pengembangan. Dari informasi EN, tabung gas tersebut ia beli dari TLM seharga Rp20.000 per tabung.

Atas informasi itu, pihaknya pun langsung bergegas menuju kediaman TLM dan mengamankan barang bukti 671 tabung gas elpiji dalam keadaan kosong dan 62 tabung ukuran tiga kilogram berisi gas.

"TLM alias AM kita amankan karena dia tidak dapat menunjukkan izin penyimpanan tabung gas elpiji secara sah," kata Yuri, Selasa (16/1).

Penangkapan yang dilakukan, katanya, berkat laporan dari masyarakat. Untuk itu, dia meminta agar masyarakat proaktif bila menemukan penimbunan gas elpiji di sekitar lingkungannya. Karena hal ini dapat meresahkan bagi masyarakat yang memang memerlukannya.

"Laporkan kepada kami, apabila ada masyarakat menemukan adanya penimbuan gas elpiji," pintanya.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Singkawang, Hendryan meminta kepada pengusaha-pengusaha di Kota Singkawang mengikuti aturan penjualan yang ditetapkan oleh pemerintah.

"Salah satunya gas elpiji tiga kilogram, dijual hanya untuk masyarakat tidak mampu dan UKM, selain itu tidak boleh," pesannya.
Hendryan juga mengapresiasi kinerja Polres Singkawang yang telah berhasil mengungkap kasus penimbunan elpiji subsidi di Singkawang. 

"Saya  berharap ini bisa memberi efek jera kepada pengusaha-pengusaha yang lain untuk tidak melakukan penimbunan apapun, yang akibatnya dapat menimbulkan kelangkaan sehingga meresahkan masyarakat," pungkasnya.

Berantas Hingga ke Akar


Anggota DPRD Singkawang, Anewan berharap Polres Singkawang dapat membongkar praktik penimbunan elpiji di Singkawang hingga ke akarnya.

"Saya berharap polisi bisa membongkar sampai ke akar-akarnya, bisa jadi masih ada pemain besar lain yang menimbun gas untuk masyarakat miskin ini,” tegasnya.
 
Penimbunan gas elpiji yang terjadi, menurutnya, tak hanya menghambat aktivitas masyarakat, namun juga dapat menyebabkan kelangkaan yang membuat harga isi ulang gas menjadi lebih mahal dari biasanya.

"Sehingga hal tersebut dapat memberatkan beban biaya hidup bagi masyarakat kurang mampu," ujarnya. 

Menurutnya, kejadian seperti ini bukan yang pertama kali namun sudah sering kita dengar ada oknum-oknum tertentu yang sangat tidak bertanggungjawab. 

"Saya selaku wakil masyarakat tentunya sangat menyayangkan jika hal ini terus dilakukan oleh oknum-oknum tersebut," ungkapnya. 

Kepada pihak-pihak terkait seperti Pertamina juga seharusnya bisa mengantisipasi hal ini, dengan cara melakukan pengecekan rutin ke agen-agen penyalur. Sehingga hal ini dikemudian hari tidak terulang kembali.

"Apa artinya pemerintah mensubsidi jika harganya mahal dan selalu langka didapatkan. Tujuan pemerintah mensubsidikan untuk mempermudah masyarakat bukan justru menambah bahkan mempersulit," pungkasnya. (rud/jee)