Ciptakan Pemilu Luber Jurdil

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 145

Ciptakan Pemilu Luber Jurdil
PENANDATANGANAN - Ormas dan sekolah tinggi di Singkawang menandatangani nota kesepahaman dengan Panwaslu Singkawang mengawasi pelaksanaan Pemilu di Singkawang. Acara pendatanganan dirangkum dalam kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif di Aula

Ormas dan Sekolah Tinggi Tanda Tangan Nota Kesepakatan


Ketua Panwaslu Singkawang, Zulita
"Untuk mewujudkan itu dibutuhkan kerja sama seluruh elemen untuk melakukan pengawasan partisipatif"

SINGKAWANG, SP - Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Singkawang menggelar sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 di Aula Hotel Sentosa, Rabu (17/1).

Sosialisasi dilakukan guna mewujudkan pemilihan umum yang langsung, umum, bebas, rahasia serta jujur dan adil (luber jurdil) di Kota Singkawang.

"Untuk mewujudkan itu dibutuhkan kerja sama seluruh elemen untuk melakukan pengawasan partisipatif,” kata Ketua Panwaslu Singkawang, Zulita.

Sosialisasi juga diisi dengan pendatanganan kerja sama pengawasan Pemilu antar organisasi kemasyarakatan (ormas), perguruan tinggi dan sekolah tinggi di Kota Singkawang.

Setidaknya ada tujuh ormas dan sekolah tinggi yang menandatangani nota kesepahaman antaralain, STIH Singkawang, FKPELA, GP Anshor, HKTI, PMII, Pemuda Muhammadiyah, dan PD Aisiyah Kota Singkawang.

Dalam kegiatan tersebut, Panwaslu juga menjabarkan aturan Pemilu dan tata cara pelaporan jika menemukan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan Pemilu kepada para peserta yang hadir dalam sosialisasi.

"Diharapkan ormas dan sekolah tinggi memahami aturan ini sehingga dapat menularkan aturan-aturan Pemilu ke masyarakat sehingga tahu aturan Pemilu," jelas Zulita.

Sosialisasi pelaksanaan Pemilu dinilai Wakil Ketua DPRD Singkawang, Sumberanto Tjitra merupakan program terdepan menciptakan Pemilu yang demokrasi. Namun masyakat juga harus dibuat ikut serta aktif dalam pelaksanaannya.

"Jadi ini yang harus tertanam pada setiap warga. Silakan memberikan dukungan yang wajar, terkontrol, jangan saling menjelekkan, menjatuhkan, teror, pemaksaan dan sebagainya," ujarnya.

Menurutnya, seluruh elemen harus mampu menciptakan pemilu yang berkualitas. Apalagi mengingat pelaksanaan Pemilu telah kerap kali digelar di Indonesia dan tentunya akan tidak logis kalau masih ada gerakan-gerakan yang kurang mendidik dalam pelaksanaan Pemilu. Karenanya melalui sosialisasi diharapkan menjadi jalan agar masyarakat semakin cerdas memberikan dukungan.

"Pancasila sudah final, tidak boleh ada lagi yang mempertentangkannya. Kita memilih berdasarkan pengetahuan, hati nurani dan penggalian informasi-informasi terhadap calon yang ada," ungkapnya.

Mencerdaskan Masyarakat


Ketua STIH Soeltan M Tsjafioeddin Singkawang, Kincar Bangun mengapresiasi langkah yang dilakukan Panwaslu Kota Singkawang dengan mengajak peran aktif ormas dan sekolah tinggi mengawasi Pemilu di Singkawang.

Pada prinsipnya, menurut Kincar, seluruh elemen masyarakat harus diajak membangun kebersamaan dan mencerdaskan masyarakat terkait Pemilu.

"Semakin cerdas masyarakat dan mengetahui aturan Pemilu, maka sangat memungkinkan terwujudnya Pemilu yang berjalan sesuai keinginan aturan dan harapan kita bersama," katanya.

Oleh karena itu, kerja sama yang dibangun Panwaslu Kota Singkawang bersama sekolah tinggi maupun ormas yang ada diharapkan mampu mengawal dan mengawasi proses Pemilu sesuai tahapannya masing-masing.

"Saya sebagai koordinator sekolah tinggi nantinya siap mengerahkan mahasiswa di Kota Singkawang untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan Pemilu di Kota Singkawang ini," ungkapnya. (rud/jee)