Harga Jual Beras Melebihi HET, Bulog Singkawang Segera Lakukan Operasi Pasar

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 210

Harga Jual Beras Melebihi HET, Bulog Singkawang Segera Lakukan Operasi Pasar
BERAS – Pekerja sedang mengangkut beras dagangannya. Di Kota Singkawang, harga jual beras yang dijual pedagang telah melebihi ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang diatur pemerintah. (Net)
Kepala Subdivre Bulog Singkawang, Nancy Safira
"Untuk operasi pasar akan kami jadwalkan, kemungkinan awal bulan Februari"

SINGKAWANG, SP – Harga jual beras di Kota Singkawang dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dikeluarkan pemerintah. Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Singkawang, beras kualitas premium saat ini dijual pedagang seharga Rp14 per kilogram, sedangkan beras medium dijual seharga Rp10 ribu per kilogram.

Mengacu pada ketentuan HET beras yang dikeluarkan pemerintah, harga jual beras premium dipatok maksimal seharga Rp13.300 per kilogram. Sedangkan kelas medium, harga yang ditetapkan sebesar Rp9.950 per kilogram.

Menyikapi kondisi ini, Kepala Subdivre Bulog Singkawang, Nancy Safira mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar Operasi Pasar (OP) beras.

"Untuk operasi pasar akan kami jadwalkan, kemungkinan awal bulan Februari. Sebelum melakukan OP kita terlebih dahulu koordinasikan dengan Disperindag Singkawang," katanya, Rabu (31/1).

Saat ini persediaan beras di gudang Bulog mencapai 1.500 ton yang berasal dari tiga daerah, yakni Kota Singkawang, Kabupaten Sambas dan Bengkayang.

“Intinya tiga bulan ke depan stok beras kita aman,” yakin Nancy.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie meminta pedagang untuk tidak menaikkan harga jual beras terlalu tinggi.

"Jual sesuai dengan harga yang ditetapkan, jangan sampai pedagang menyulitkan dan menyusahkan masyarakat," katanya.

Dia meminta agar dinas terkait terus memonitor harga beras di pasaran.

"Jika memang ada kenaikan apa yang menyebabkan harga beras itu naik," ujarnya.

Dia meyakini, jika stok beras di Singkawang masih tersedia dan aman.

"Meskipun di Jakarta langka, tapi untuk di Singkawang ini saya jamin stoknya aman," ungkapnya.

Hukum Pasar Berlaku

Wakil Ketua DPRD Singkawang, Sumberanto Tjitra berharap harga jual beras di Singkawang tidak mengalami peningkatan. Namun karena persediaan terbatas, hukum pasar pun berlaku. 

“Saat ini lah realitanya. Ketika stok beras terbatas, maka harganya tidak bisa ditahan untuk tidak naik,” katanya.

Meski demikian dia tetap mengimbau agar pengusaha lokal dan pedagang beras, tidak serta merta menaikkan harga beras.

"Karena beras merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting dalam kehidupan manusia," pungkasnya. (rud/jee)