Replika Pegunungan Semarakan Imlek dan CGM di Singkawang

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 383

Replika Pegunungan Semarakan Imlek dan CGM di Singkawang
PENGERJAAN - Panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang saat mengerjakan ornamen pegunungan batu dan jembatan kaca yang ada di Stadion Kridasana yang menjadi lokasi pusat perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2018 di Singkawang. (SP/Rudi)
SINGKAWANG, SP - Panitia Imlek dan Cap Go Meh tahun 2018 membangun replika pegunungan dan jembatan kaca di Stadion Kridasana yang nantinya menjadi lokasi pusat perayaan.
 
Salah satu panitia yang tergabung dalam tim pembuatan ornamen pegunungan batu dan jembatan kaca, Bun Cin Thong mengatakan, pembuatan ornamen ini sudah dikerjakan sejak tiga minggu lalu. Kini, pengerjaannya sudah mencapai 80 persen.

"Target kita sebelum hari H sudah selesai semua," katanya, Minggu (4/2).

Warga pun nantinya dipersilakan melewati jembatan kaca sepanjang delapan meter dengan ketebalan tiga sentimeter yang ada di lokasi ornament pegunungan.
 
"Jembatan kacanya bisa di lalui, guna menguji adrenalin para pengunjung," ujarnya.

Di samping ada jembatan kaca, menurutnya di dalam ornamen gunung batu setinggi empat meter itu, juga terdapat Rumah Tea, Rumah Nanas (rumah yang berbentuk buah Nanas), taman Bunga Sakura dan Mei Hwa, replika lampion anjing sebanyak lima ekor.

“Jadi sangat pas sekali untuk lokasi selfi,” ungkapnya.

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Stadion Kridasana mulai dibuka 15 Februari  sampai 4 Maret 2018.

"Perayaan ini juga akan dimeriahkan artis ibu kota," katanya.

Secara terpisah, Ketua panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Tjhai Leonardi mengatakan, ornamen yang dibuat merupakan hutan tiruan namanya Thai Phing San yang harus berjalan melalui jembatan kaca buatan.

"Ornamen ini sangat menantang adrenalin pengunjung untuk uji mental seolah-olah kita berada di jurang yang tinggi," katanya.

Hutan tiruan atau Thai Phing San yang sengaja dibuat guna menarik kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke Singkawang.

"Sehingga warga masyarakat yang ingin melihat jembatan kaca tidak perlu lagi datang ke negeri China tetapi cukup datang ke Singkawang," ujarnya. (rud/jee)