Mahfud MD: Kontestan Pilkada Jangan Gunakan Isu SARA

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 187

Mahfud MD: Kontestan Pilkada Jangan Gunakan Isu SARA
FOTO BERSAMA - Mohammad Mahfud M D berfoto bersama pejabat Pemkot Singkawang usai seminar tentang penguatan ideologi Pancasila, di Kota Singkawang Senin (12/2). Mahfud mengingatkan kontestan dan masyarakat untuk tidak menggunakan isu SARA di Pilkada Kalba

Pemerintah Pusat Beri Seminar Penguatan Ideologi Pancasila


Mohammad Mahfud MD 
"Para kontestan harusnya mempromosikan atau menjual visi misinya kepada masyarakat saat berkampanye. Bukan malah saling menjelekkan dan menggunakan isu SARA"

SINGKAWANG, SP – Pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kalbar mendapat perhatian pemerintah pusat. Sebagai salah satu provinsi yang dinilai memiliki potensi kerawanan tinggi terjadi konflik, pemerintah pusat mengingatkan masyarakat, khususnya warga Kota Singkawang agar tidak membawa isu Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA) di Pilkada nanti

"Hal ini saya tegaskan, karena Kalbar tidak lama lagi akan melaksanakan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur 2018," ujar Anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Bidang Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Mohammad Mahfud MD, usai seminar tentang penguatan ideologi Pancasila, di Kota Singkawang Senin (12/2).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2011 menilai meskipun telah dilarang, namun isu SARA di Pilkada masih kerap ditemukan. Karenanya, pihak kepolisian pun diingatkan untuk memberikan sanksi tegas jika menemukan praktik tersebut di Pilkada Kalbar.
 
"Aparat hukum harus menangkap dan menghukum oknum yang bersangkutan sesuai dengan hukum yang berlaku," pintanya.

Selain kepada masyarakat, kontestan pilkada juga harus memiliki kesadaran untuk ikut berperan menciptakan Pilkada yang aman di tengah masyarakat dengan tidak menghembuskan isu SARA saat bertatap muka dengan masyarakat saat berkampanye.

"Para kontestan harusnya mempromosikan atau menjual visi misinya kepada masyarakat saat berkampanye. Bukan malah saling menjelekkan dan menggunakan isu SARA," pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan mengatakan, masyarakat Singkawang merupakan multi etnis namun perbedaan tersebut diyakinkannya tidak menjadikan masyarakat terpecah karena diyakininya masyarakat Singkawang tetap berpegang pada ideologi Pancasila.

"Perbedaan suku, kulit dan sebagainya tidak perlu di diskusikan lagi karena NKRI sudah harga mati," katanya.

Sementara Ketua Ikatan Keluarga Madura (Ikama) Singkawang, Hasan Nasiruddin menyatakan, siap mensukseskan Pilgub yang aman dan damai.

"Apabila ada masyarakat yang coba-coba memainkan isu SARA di Pilgub, kepada aparat hukum saya minta untuk menangkap dan memprosesnya sesuai undang-undang yang berlaku," katanya.

Ikama Singkawang juga diyakininya akan bersikap netral pada Pilgub 2018. Siapapun yang menjadi pemimpin kelak, maka orang itulah yang harus didukung dukung.

"Dari suku apapun dia, jika memang dia yang memenangkan Pilgub 2018 maka dialah yang harus kita dukung dalam menjalankan roda pemerintahan lima tahun ke depan," ujarnya.

Peran Penting Mahasiswa


Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIH Singkawang, Santo Satriawan mengatakan, peran mahasiswa untuk ikut mensukseskan Pilgub 2018 sangat penting, karena mahasiswa merupakan garda terdepan untuk menjadi pengurus pemimpin bangsa Indonesia.

“Kami juga telah membentuk Forum Komunikasi Mahasiswa dengan berlatar belakang berbeda agama, suku dan RAS di Kota Singkawang," katanya.

Menurutnya, NKRI dan Pancasila merupakan harga mati yang harus terus dipertahankan. Jadi, siapapun yang berupaya untuk memecah belah bangsa Indonesia maka mahasiswa sudah siap untuk memberantasnya.

"Kita berantas dengan cara sosialisasi, diskusi dan bisa kita laporkan kepada pihak yang berwajib untuk ditindak," ujarnya.

Maka dari itu, dia mengimbau kepada masyarakat Singkawang jangan sekali-sekali membawa isu SARA di dalam Pilgub. Tetapi lebih menyuarakan Pilkada damai.

"Saya inginnya Kalbar ini aman dan terkendali, tanpa adanya isu-isu SARA. Jadi siapapun yang menang maka itulah pemimpin kita," ungkapnya. (rud/jee)