Lima Hektar Lahan Gambut Terbakar Di Singkawang

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 203

Lima Hektar Lahan Gambut Terbakar Di Singkawang
KEBAKARAN LAHAN – Petugas saat memadamkan api di lahan gambut milik warga yang terbakar di Jalan Marhaban Dalam, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan. Penyebab kebakaran masih belum diketahui. (SP/Rudi)

Personil Gabungan Berjibaku Memadamkan Api


SINGKAWANG, SP
– Kebakaran lahan terjadi di Kota Singkawang. Kali ini, api membakar lahan gambut milik warga seluas lima hektar di Jalan Marhaban Dalam, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Minggu (18/2) pukul 18.00 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Singkawang, Burhanuddin mengatakan, pihaknya belum dapat menemukan penyebab pasti kebakaran lahan yang telah ditanami tanaman buah dan sayur tersebut.

"Saat ini kondisi api masih menyala dan sedang dilakukan upaya pemadaman dengan memakai peralatan mekanik," ujarnya, Senin (19/2).

Pemadaman api dilakukan personil gabungan dari  Manggala Agni, personil TNI, masyarakat setempat dan anggota BPBD Singkawang.
 
Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Singkawang, Yuyu Wahyudin mengatakan, api yang berhasil dipadamkan oleh anggota baru seluas 1,5 hektare.

"Sementara sisanya masih dalam upaya pemadaman," katanya.

Dalam pemadamannya, tim menggunakan peralatan seperti, satu unit nosel, dua alat manual, tiga jet shooter, 10 buah selang kirim ukuran dan satu buah selang isap. 

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Singkawang, Jayadi mengimbau warga yang memiliki lahan untuk tidak membuka lahan pertanian dengan cara dibakar.

"Imbauan ini sudah kami sampaikan berkali-kali setiap memasuki musim panas di setiap kecamatan yang ada di Kota Singkawang," katanya.

Selain disengaja, menurut Jayadi, kebakaran lahan terjadi juga diakibatkan kelalaian yang tidak disengaja.

“Contohnya karena membuang puntung rokok sembarangan di lahan gambut atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, tapi tidak dijaga,” jelasnya.

Pembakaran lahan yang dilakukan dengan sengaja akan dikenakan sanksi hukum yang setimpal sebagaimana yang sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup 

"Dalam undang-undang ini disebutkan ancaman bagi pelaku yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dapat dipenjara 15 tahun dan denda Rp5 miliar. Sedangkan ancaman bagi pelaku pembakaran lahan dapat dipenjara minimal tiga tahun dan maksimal 10 tahun dengan denda minimal Rp3 miliar atau maksimal Rp10 miliar," pungkasnya.

Giatkan Imbauan


Camat Singkawang Utara, Arman Masudi mengatakan, jika di wilayahnya sampai saat ini masih aman dari kebakaran hutan dan lahan.

Meski demikian, dia selalu mengimbau dan mengingatkan warga agar tidak lalai saat membersihkan lahan di kebun mereka dengan cara membakar. 

"Imbauan ini terus kita sampaikan baik melalui pesta pernikahan, acara pertemuan maupun sosialisasi-sosialisasi melalui spanduk dan baliho," katanya.

Imbauan tersebut tak hanya ditujukannya kepada warga yang memiliki lahan, tapi juga kepada orang-orang yang suka pergi berburu maupun menembak burung di hutan.

"Karena biasanya orang-orang yang suka pergi berburu maupun menembak burung di hutan itu sambil merokok. Saya imbau jangan buang puntung rokok yang apinya masih hidup ke lahan yang kering," ujarnya. (rud/jee)