Chui Mie Dukung Bentuk Cabor Barongsai

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 165

Chui Mie Dukung Bentuk Cabor Barongsai
BARONGSAI – Peserta perlombaan Barongsai Tradisional se-Kalimantan Barat yang digelar sebagai rangkaian memeriahkan perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2018 di Singkawang. Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui berharap loma serupa bisa dikemas lebih baik. (SP/Rudi)

Perlombaan Diminta Dikemas Skala Nasional


Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie
"Kalau yang sekarang inikan masih sangat tradisional sekali, ke depan harus bisa ditingkatkan menjadi skala nasional ataupun internasional agar bisa mengundang wisatawan"

SINGKAWANG, SP - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie memberi apresiasi atas terselenggaranya perlombaan Barongsai Tradisional se-Kalimantan Barat, yang merupakan rangkaian kemeriahan perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2018 di Kota Singkawang, Selasa (21/2).

Bahkan, ia berharap perlombaan yang pertama kali digelar di Singkawang ke depan nanti dapat dikemas semakin baik. 

"Kalau yang sekarang inikan masih sangat tradisional sekali, ke depan harus bisa ditingkatkan menjadi skala nasional ataupun internasional agar bisa mengundang wisatawan," ujarnya.

Chui Mie juga meminta agar atraksi Barongsai bisa dibentuk cabang olahraga (Cabor) di Kota Singkawang. Pemkot Singkawang pun diyakininya akan memberikan dukungan.

"Saya rasa Singkawang ini harus sudah punya cabang olahraga barongsai, sehingga mereka yang memang punya hobi di barongsai ini bisa menyalurkan hobinya di bidang ini," ungkapnya.

Sekjen Pengurus Besar Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (Fobi), Xaverius Djunair mengatakan barongsai telah menjadi Cabor resmi sejak 2013 di Indonesia, bahkan sudah masuk dalam kejuaraan Pekan Olahraga Nasional (PON).

Para peserta, katanya, bukan lagi disebut pemain tetapi sudah atlet sama dengan cabang olahraga lainnya.

"Barongsai ada 18 kategori. Mudah-mudahan PON berikutnya ada perwakilan dari Kalbar yang mengikuti," ungkapnya.

Sementara Ketua panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Tjhai Leonardi mengatakan selain untuk memeriahkan Imlek dan Cap Go Meh, loma digelar juga dimaksudkan untuk menggali potensi putra-putri Singkawang di bidang Barongsai.

"Kami berharap setelah kejuaraan ini selesai, ada kelanjutan kesinambungan dalam pembinaan dari para klub-klub barongsai Singkawang," katanya.

Ketat Beri Penilaian


Ketua atraksi lomba Barongsai Tradisional se-Kalimantan Barat, Lo Abidin mengatakan, tim juri yang didatangkan panitia merupakan juri nasional bahkan internasional.

"Mereka datang dari berbagai wilayah Indonesia, seperti Makasar, Solo, Jakarta, Bogor, Banten dan sebagainya," katanya.

Menurutnya, tim juri yang didatangkan sangat ketat dalam memberikan penilaian terhadap peserta lomba.

"Mereka sangat ketat, sedikitnya ada 10 kategori yang dinilai seperti kekompakan, tarian, keindahan dan kerapian pakaian, baris berbaris dan lain-lain," ujarnya.

Tim peserta yang mengikuti berasal dari Kota Pontianak, Melawi, Sanggau, Sintang, Sambas dan Singkawang selaku tuan rumah. Rata-rata tim peserta yang tampil masih merupakan pelajar SMP dan SMA. (rud/jee)