Imlek dan Cap Go Meh Tingkatkan Ekonomi Singkawang

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 274

Imlek dan Cap Go Meh Tingkatkan Ekonomi Singkawang
TATUNG – Seorang tatung saat menunjukan aksinya saat perayaan festival Cap Go Meh di Singkawang. (SP/Jay)
SINGKAWANG, SP - Pengamat ekonomi di Kota Singkawang, Nova Wijaya mengatakan, momen Cap Go Meh akan berdampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat Singkawang khususnya di bidang jasa dan perdagangan.

"Masyarakat dan pelaku usaha akan merasakan dampak langsung dari pergelaran even tahunan ini," kata Nova, Minggu (25/2).

Multiplayer efek berdasarkan perhitungan ekonomi, menurut Nova, adalah lima kali lipat dana yang dikeluarkan pemerintah akan masuk ke sektor-sektor jasa di Kota Singkawang.

Hal ini tentu akan berjalan sebanding lurus dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang akan didapat oleh Pemerintah Kota Singkawang.

"Dampaknya dari banyaknya orang berkunjung, misal ke lokasi wisata ke pasar, kuliner dan souvernir. Benefit bagi pemerintah sendiri adalah PAD yang didapat," katanya.

Namun, yang perlu diingat oleh pelaku usaha dan Pemerintah Kota itu sendiri adalah diperlukan tata kelola peraturan yang jelas, mengingat ramainya wisatawan yang akan hadir nantinya.

Tata kelola yang dimaksud adalah seperti memberikan rambu-rambu bagi pelaku usaha jasa, misalnya bidang perhotelan maupun penginapan agar tidak menaikkan biaya jasa yang di luar kewajaran, seperti biaya kamar standar yang kemudian dibebankan berkali-kali lipat kepada wisatawan.

"Karena hal tersebut akan jadi preseden buruk apabila selepas pengunjung datang saat pulangnya justru menggunjingkan biaya-biaya yang tinggi yang dikeluarkan," katanya.

Kemudian, Nova melihat trend di mana banyak pengunjung sekarang lebih memilih menginap di ibukota provinsi dan hanya menghabiskan waktunya selama sehari saat acara puncak Cap Go Meh.

Sehingga, PKL ataupun sektor jasa lainnya, tidak mendapatkan pendapatan yang semestinya seperti saat pengunjung menginap di Kota Singkawang.

"Karena ada faktor biaya yang mereka pikirkan, semoga ke depannya bisa saja ada regulasi mengenai tarif minimal ataupun batas atas," ujarnya.

Ada korelasi di mana ajakan datang ke Singkawang melalui slogan Pemerintah Kota Singkawang sebagai kota jasa dan wisata yakni "Pasti ke Singkawang" dengan kebutuhan pengunjung itu sendiri.

"Pastinya pengunjung yang datang itu memiliki kocek yang relatif, dan semuanya butuh penginapan layak dengan harga yang layak pula," pungkasnya. (rud/jee)