MURI Puji Sembilan Naga, Wali Kota Ucapkan Terima Kasih ke Panitia

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 128

MURI Puji Sembilan Naga, Wali Kota Ucapkan Terima Kasih ke Panitia
REKOR MURI - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menerima piagam atas pembuatan naga terbanyak oleh Manager MURI, Andre Purwandono. Pembuatan minatur naga dibuat oleh Santo Yosep Singkawang Group. (SP/Rudi)
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie
"Tentunya ini juga merupakan kerja keras yang sudah dilakukan semua panitia dalam rangka mensukseskan perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang"

SINGKAWANG, SP – Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) memberi piagam penghargaan atas pembuatan naga terbanyak di perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun 2018 di Kota Singkawang yang dibuat Santo Yosep Singkawang Group.

Penyerahan piagam diberikan oleh Manager MURI, Andre Purwandono ke Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie di Gedung STIE-Mulia Singkawang, Rabu (28/2).

Dikatakan Andre, pembuatan miniatur sembilan naga yang dibuat Santo Yosep Singkawang Group merupakan rekor yang sebelumnya tidak pernah tercatat di MURI.

Uniknya lagi, katanya, sembilan naga yang dibuat memiliki warna yang berbeda. Masing-masing warna diyakini mengandung elemen-elemen tersendiri menurut kepercayaan Tionghoa.

"Seperti merah melambangkan api, hijau melambangkan kayu dan putih melambangkan air," katanya.

Andre pun kembali memuji karya yang dihasilkan, dan menurutnya sangat pantas MURI memberi apresiasi dalam bentuk penghargaan. 

Sementara Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie juga menyampaikan terima kasih kepada Santo Yosep Singkawang Group atas sumbangsihnya di perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini.

"Saya atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Kota Singkawang mengucapkan terima kasih kepada Santo Yosep Singkawang Group serta kepada seluruh pihak yang turut mendukung dalam mensukseskan perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang," kata Tjhai Chui Mie.

Menurutnya, perolehan rekor MURI ini, tentu dapat membawa nama baik Kota Singkawang. Karena MURI merupakan pencatatan resmi secara nasional.

"Tentunya ini juga merupakan kerja keras yang sudah dilakukan semua panitia dalam rangka mensukseskan perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang," ujarnya.

Atas perolehan prestasi dalam perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang setiap tahunnya, ada rencana Pemkot Singkawang untuk membuatkannya Perda.

"Saya pikir ini merupakan suatu ide yang bagus dan akan kita lakukan untuk dibuatkan Perda, sehingga siapapun yang menjadi Wali Kota Singkawang nantinya tentu akan melakukan hal-hal yang dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat Kota Singkawang," ungkapnya.

Kepada panitia, pintanya, diharapkan bisa melakukan evaluasi lagi agar perayaan Imlek dan Cap Go Meh kedepannya bisa lebih baik dan lebih meriah.

Rekor Dunia


Ketua Panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Tjhai Leonardi mengatakan, selain sembilan naga, MURI juga memberi  penghargaan terhadap hiasan lampion terbanyak, gerbang Cap Go Meh tertinggi dan jumlah tatung terbanyak.

"Tiga item yang mendapatkan rekor MURI ini merupakan hasil kerja keras dari panitia, yang terdiri dari hiasan lampion sebanyak 20.607 buah, gerbang Cap Go Meh setinggi enam meter dan lebar 12,6 meter, dan tatung sebanyak 1.038 orang yang merupakan rekor dunia," katanya.

Di festival Cap Go Meh  nanti, dilanjutkan Tjhai, tatung yang akan turun tidak hanya berasal dari Singkawang dan sekitarnya, melainkan juga tatung dari Malaysia.

"Ada sekitar kurang lebih 50 personil teman-teman kita dari Malaysia yang akan menampilkan miniatur pekong pada Festival Cap Go Meh Singkawang. Semua yang ditampilkan adalah ciri khas mereka baik itu bentuk bendera, beduk dan tandunya," ujarnya.

Dia menilai pagelaran Festival Cap Go Meh tahun ini sangat dahsat dan luar biasa, meskipun nantinya tidak dihadiri Bapak Presiden RI, Joko Widodo.

"Kehadiran beliau akan diwakili oleh Menteri Agama," ungkapnya. (rud/jee)