Singkawang Laksanakan Cap Go Meh

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 194

Singkawang Laksanakan Cap Go Meh
Grafis (Suara Pemred / Koko)
Irwan, Wakil Wali Kota Singkawang
"Jadilah tuan rumah yang baik, ramah dan murah senyum kepada para tamu yang ada di Kota Singkawang,"

Susi Susanti, Tatung Singkawang
"Lagi pula penghentian itu juga untuk memberikan kesempatan kepada umat Islam yang akan melaksanakan ibadah,"

SINGKAWANG, SP – Kemeriahan Singkawang bakal terlihat hari ini, karena sebanyak 1.038 tatung, akan beraksi dan ikut dalam perayaan Cap Go Meh. Tak hanya Singkawang, Kota Pontianak turut meramaikan perayaan Cap Go Meh dengan arak-arakan naga di sepanjang jalan Gajahmada, Pontianak, Jum’at (2/3). 

Persiapan Festival Cap Go Meh ini telah dilakukan jauh hari sebelumnya. Mulai dari menghias kota dengan lampion, menghias vihara, membuat replika naga dan barongsai, hingga melakukan berbagai ritual.  

Para peserta tatung misalnya, pada H-1 Festival Cap Go Meh menjalani ritual cuci jalan di beberapa vihara yang ada di Kota Singkawang, Kamis (1/3).

Momen tersebut pun, sepertinya tak mau disia-siakan oleh warga lokal mau pun tamu yang sudah datang ke Kota Amoi ini, untuk menyaksikan langsung ritual itu. Vihara Tri Dharma Bumi Raya yang berada di pusat kota pun dipenuhi warga.  

Dari pantauan Suara Pemred, Kamis (1/3) sore, di beberapa ruas jalan khususnya di pusat kota, seperti Jalan Budi Utomo, Jalan Sejahtera, Jalan Setia Budi dan Jalan Pangeran Diponegoro cukup padat dan macet. Hal itu dikarenakan banyaknya tatung yang akan melakukan ritual, ditambah lagi banyaknya warga yang memang ingin menyaksikan prosesi ritual tersebut.

Bersyukur, kemacetan yang dialami tidak sampai memakan waktu yang cukup lama. Hal itu dikarenakan kesigapan dari anggota kepolisian dalam mengatur arus lalu lintas.
Salah satu tatung, Susi Susanti (28) mengatakan, ritual cuci jalan bertujuan untuk mengusir atau membersihkan segala bala dan roh jahat yang ada di seluruh kota.

Wanita yang sudah belasan tahun ikut dalam perhelatan Cap Go Meh ini, akan turun sebanyak delapan rombongan dari Pekong Jalan Tani Gang Bersama, Jumat (2/3). "Kita ada delapan rombongan yang terdiri dari enam tatung pakai tandu, dan dua tatung jalan kaki," ungkapnya.

Menurutnya, tidak ada persiapan khusus untuk mengikuti Cap Go Meh. Ia tidak makan daging dan hanya makan sayuran (vegetarian) selama tiga hari menjelang pelaksanaan Cap Go Meh. 

Ketua Panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Tjhai Leonardi mengatakan, jumlah tatung yang akan beratraksi di Festival Cap Go Meh Singkawang sebanyak 1.038 tatung. Mereka terdiri dari tatung yang menggunakan tandu, tanpa tandu (jalan kaki), jelangkung, tatung miniatur kelenteng, barongsai dan onde-onde.

“Jumlah tatung yang terdaftar ini, sudah melampaui target rekor MURI yang beberapa tahun lalu mencapai 777 tatung,” ujarnya.

Untuk rute-rute tatung yang akan dilalui, para tatung berkumpul di halaman Kantor Wali Kota Singkawang sekitar pukul 07.00 WIB. Kemudian, para tatung berjalan menuju Jalan Firdaus, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Kepol Mahmud, Jalan Sejahtera, Jalan Budi Utomo, Jalan Saman Diman, Jalan Setia Budi, Jalan Niaga dan finis di Jalan Pai Bakir (Altar).

"Untuk panggung kehormatan, sesuai hasil rapat panitia bersama Pemkot Singkawang dan Forum LLAJ Singkawang, telah disepakati akan dibangun di depan Gang Empat Lima, Jalan Pangeran Diponegoro," jelasnya.

Dia juga memberikan apresiasi atas kerja keras dari panitia. Selain itu, ada sembilan naga Santo Yosep Singkawang Group yang mendapatkan rekor MURI. Tiga rekor MURI lainnya adalah, lampion dengan jumlah 20.607 unit, gerbang Cap Go Meh terbesar setinggi 6 meter dan lebar 12,6 meter, dan 1.038 tatung yang merupakan rekor dunia.

Menurutnya, selain dari Singkawang, juga ada tatung dari Pontianak dan Malaysia. Ada sekitar kurang lebih 50 personil tatung dari Malaysia. Mereka akan menampilkan miniatur pekong. Semua yang ditampilkan adalah ciri khas mereka, baik itu bentuk bendera, beduk dan tandunya.

Dia menilai, pagelaran Festival Cap Go Meh tahun ini sangat dahsat dan luar biasa, meskipun nantinya tidak dihadiri Bapak Presiden RI, Joko Widodo. "Kehadiran beliau akan diwakili oleh Menteri Agama," ungkapnya. 

Sementara, Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan mengajak masyarakat untuk bersama-sama memeriahkan dan menyukseskan Festival Cap Go Meh. "Jadilah tuan rumah yang baik, ramah dan murah senyum kepada para tamu yang ada di Kota Singkawang," katanya.

Dia juga meminta pengertian kepada masyarakat Singkawang, karena pada event tersebut akan ada penutupan beberapa ruas jalan, sehingga dapat menghambat aktivitas masyarakat.

"Kepada masyarakat diminta untuk dapat memaklumi penutupan akses jalan tersebut karena ini juga semata-mata untuk menyukseskan event Cap Go Meh di Kota Singkawang," ujarnya. 

Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Singkawang, Suryanto mengatakan, sampai dengan hari ini sejumlah tamu penting sudah memberikan konfirmasi untuk menghadiri puncak Festival Cap Go Meh ini.

Di antaranya, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua DPD RI Oesman Sapta, Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Sofian Effendi, Chairul Tanjung,     KJRI Kuching, OJK Kalbar, Wabup Kahul, pejabat Polda Kalbar, Asisten II Prov Kalbar, Danrem 121/Abw Sintang, Plt Bupati Landak, Wakil Bupati Sambas, dan Kasdam XII/Tpr.


Break Salat Jumat


Sebelumnya, Polres Singkawang mengumpulkan sejumlah tatung dalam rangka menyatukan persepsi pada pelaksanaan Festival Cap Go Meh di Gedung Singkawang Cultural Center (SCC), Selasa (27/2). Selain tatung juga mengundang TNI, Brimob, SKPD, MUI, NU dan tiga pengurus masjid besar Singkawang.

Dalam pertemuan telah disepakati bahwa, Festival Cap Go Meh akan dimulai dari pukul 07.00 WIB, kemudian berhenti sementara pada pukul 11.00 WIB. Selanjutnya, Festival Cap Go Meh akan dilanjutkan apabila waktu menunjukkan pukul 13.00 WIB.

Dari tatung sendiri pun, katanya, sudah memaklumi akan hal itu. Mereka juga setuju dengan kesepakatan ini, begitu memasuki pukul 11.00 WIB, mereka akan berhenti.

Salah satu tatung, Susi Susanti (28) tidak mempermasalahkan atas penghentian sementara yang dimaksud. "Lagi pula penghentian itu juga untuk memberikan kesempatan kepada umat Islam yang akan melaksanakan ibadah," katanya.

Menurutnya, penghentian sementara yang disepakati juga bisa dimanfaatkan untuk beristirahat. Senada dengan Susi, tatung Agus Sanjaya juga tidak mempermasalahkan penghentian sementara tersebut.

"Yang penting acaranya nanti lancar dan aman, saya rasa tidak masalah atas penghentian sementara tersebut, karena kitakan harus memberikan toleransi," katanya.

Menurutnya, tatung yang akan keluar dari Sanggar Gerandong Putra Gunung Poteng Singkawang ini berjumlah kurang lebih 50 orang. "Tatung yang pakai tandu ada 11, yang jalan kaki 20an orang, dan miniatur pantak 2. Secara keseluruhan ada sekitar lima puluhan orang yang turun," ujarnya. 


Rekayasa Lalin


Kasat Lantas Polres Singkawang, AKP Priyanto mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan rekayasa lalu lintas pada perhelatan Festival Cap Go Meh. Selama kegiatan Festival Cap Go Meh berlangsung, katanya, tidak ada satupun kendaraan yang parkir di sepanjang Jalan Pangeran Diponegoro dan Jalan GS Lelanang.

Pihaknya pun telah menyiapkan sebanyak enam kantong parkir kendaraan, antara lain, Jalan Gunung Kerinci, Jalan Gunung Raya, Jalan Bukit Barisan, Jalan Gunung Ceremai, Jalan Gunung Senujuh dan Jalan Sangkubana. Untuk pengalihan arus lalu lintas khusus di dalam kota, masing-masing simpang jalan akan dijaga para petugas gabungan.

Sedangkan pengalihan arus kendaraan luar kota, seperti kendaraan yang datang dari arah Pontianak menuju ke Sambas bisa melewati Jalan Tani begitu juga sebaliknya.

"Kemudian kendaraan yang datang dari arah Pontianak ke Bengkayang bisa melewati Jalan Alianyang begitu juga sebaliknya," jelasnya.

Mengingat jalan yang digunakan juga ada fasilitas rumah sakit, pihaknya akan berupaya untuk memproiritaskan dan memberikan pengawalan apabila ada mobil ambulans maupun masyarakat yang ingin berobat menuju ke rumah sakit meskipun pawai Tatung sedang berjalan.

"Namun apabila mobil ambulans mau membawa pasien ke arah Pontianak, ada tiga jalan alternatif yag diberikan yakni mobil tersebut bisa melewati jalan samping Gereja, Jl Asia ataupun simpang eks BNI menuju Jalan Tsafiuddin," ujarnya. 


Siapkan 834 Personel


Kapolres Singkawang, AKBP Yuri Nurhidayat mengatakan, dalam rangka pengamanan Festival Cap Go Meh di Singkawang, pihaknya dibantu oleh Polres Bengkayang, Sambas dan Mempawah serta ditambah personel Brimob dari Polda Kalbar.

Secara keseluruhan, personel yang terlibat dalam pengamanan perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang berjumlah 834 personel.

"Kita harapkan perayaan ini menjadi momentum kebersamaan dan toleransi masyarakat Kota Singkawang dari berbagai macam agama, suku dan RAS sehingga perayaan ini bisa berjalan dengan aman dan tertib menuju Singkawang yang hebat sebagaimana yang sudah menjadi program Pemkot Singkawang," ujarnya.

Didalam pengamanan itu, pihaknya juga mendirikan pos pengamanan dan pelayanan ditambah satu posko induk di Polres Singkawang.

Dandim 1202/Skw, Letkol Inf Abdul Rahman mengatakan, berbicara soal pengamanan, TNI selalu bekerjasama dengan Polri. "Apalagi Singkawang tidak lama lagi akan menghadapi dua event besar yakni Pilgub dan Cap Go Meh," katanya.

Tentunya, sudah menjadi tugas pihaknya untuk selalu menjaga keamanan khususnya di wilayah Kota Singkawang.
Satukan Kalimantan 

Penggiat seni budaya Ddayak asal Kalimantan Tengah, Niko Putra Welat (49) akan ikut serta dalam perhelatan Festival Cap Go Meh mengatakan, kedatangannya ke Singkawang hanya karena ingin ikut Cap Go Meh.

Hal itu dikarenakan, banyak dari komunitas yang menginginkan dirinya untuk ikut bergabung dalam Festival Cap Go Meh Kota Singkawang. "Apalagi event Cap Go Meh di Singkawang inikan sudah dikenal secara nasional, sehingga hati saya tergerak untuk bergabung di Singkawang," ujarnya.

Dia pun menilai, jika event Cap Go Meh di Singkawang sangat luar biasa. Karena melalui event ini bisa mempersatukan Kalimantan. "Contohnya, saya yang dari Kalteng saja datang, dan mungkin yang dari Jakarta juga banyak," ungkapnya.

Oleh sebab itu, budaya Cap Go Meh ini harus tetap dilestarikan, karena melalui budaya ini kita semua bisa bersatu.

"Apalagi zaman sekarangkan sangat rentan dengan intoleransi, sehingga melalui budaya ini diharapkan bisa menyatukan kita semua," harapnya.

Dia berpesan, kepada rakyat Indonesia, jangan mau dipecah belah oleh siapa pun. Karena melalui budaya ini bisa mengeratkan rasa kesatuan dan persatuan.

"Meskipun kita tidak saling kenal, tapi melalui budaya ini kita bisa saling mengenal dan menyatu," pesannya.

Pria yang akrab disapa Abah Niko ini terhitung sudah lima tahun menjadi penggiat seni budaya Dayak. Dia datang ke Singkawang bersama sang istri. Dia juga sempat menyaksikan proses ritual buka mata naga di Vihara Tri Dharma Bumi Raya Singkawang.

Pria ini sangat identik dengan seni budaya Dayak Taboyan yang merupakan salah satu sub suku Dayak di Kalimantan Tengah, yang mendiami Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. (rud/lis)

Kamar Hotel Penuh 


Jelang Festival Cap Go Meh tahun 2018, semua kamar hotel yang ada di Kota Singkawang sudah dipesan para tamu. Sebagian besar yang berasal dari luar Kota Singkawang. Di kota ini sendiri, jumlah total kamar hotel atau penginapan yang tersedia sebanyak 1.299 kamar.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Singkawang, Mulyadi Qamal mengatakan, jika mendekati hari "H" Cap Go Meh, semua kamar hotel yang ada di Kota Singkawang bakal penuh. 

"Berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, semua kamar full boking jelang hari "H" Cap Go Meh," ujarnya.

Bahkan, kamar hotel yang ada di Kota Singkawang pun biasanya tidak lagi mampu untuk menampung para tamu yang datang, sehingga disiapkanlah homestay (penginapan sementara) untuk mengantisipasi lonjakan tersebut.

"PHRI bersama Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Pariwisata mengimbau kepada masyarakat untuk bersedia menyiapkan homestay guna menampung tamu-tamu kita dari luar Singkawang," pintanya.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan PHRI dan Dinas Pariwisata Singkawang sudah ada 20 homestay yang tersedia. 

Disamping itu, dia juga mengingatkan kepada semua pengelola hotel untuk tidak menaikkan tarif kamar semaunya.

"Kita setiap tahun menjelang Cap Go Meh selalu mengingatkan agar kenaikan tarif kamar itu disesuaikan dengan fasilitas yang disiapkan," pesannya.

Kemudian, kenaikan itu hendaknya diberlakukan secara wajar yakni berkisar antara 50-100 persen. (rud/lis)