Pemprov Jawa Barat dan Singkawang Kerja Sama Tanggulangi HIV/AIDS

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 277

Pemprov Jawa Barat dan Singkawang Kerja Sama Tanggulangi HIV/AIDS
ilustrasi. (Net)
SINGKAWANG, SP - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jawa Barat berkunjung ke Kota Singkawang, Kamis (3/5). 

Kedatangan rombongan di sambut Staf Ahli Wali Kota Singkawang, Agus Priyatno, Kepala Dinas Kesehatan Singkawang, A Kismed, Kabag Kesra Apriyanto, dan Sekretaris KPA Singkawang, Maya Satrini di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Singkawang. 

"Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki kerjasama antar daerah dalam upaya penanganan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) kedua daerah," kata perwakilan KPA Provinsi Jawa Barat, Diding Wahyudin.

Dia juga mengapresiasi sambutan Pemkot Singkawang maupun Pemprov Kalbar. Dia pun secara singkat menyampaikan informasi soal HIV/AIDS di Jabar.

"Dengan populasi penduduk sekitar 48 juta jiwa, ada masalah dinamika kesehatan yang dihadapi Jabar. Dimana pada tahun 2017 diduga 32.210 (HIV) orang dan 9.217 orang (AIDS)," katanya.

Sehingga, kedatangan pihaknya adalah untuk membangun jalinan kerjasama dengan provinsi lainnya, termasuk di Provinsi Kepulauan Riau yang telah dilakukan sebelumnya. 

"Yakni ingin melihat penanganan bagaimana warga Jabar yang berada di Kalbar maupun Kota Singkawang yang diduga menderita HIV/AIDS ini terfasilitasi dengan baik, " ujarnya. 

Kerja sama yang dimaksud, nanti dapat tertuang dalam perjanjian antar daerah dengan mengacu regulasi yang ada. "Untuk pematangan itu maka pihaknya ingin lebih mendalam berdialog sehingga upaya menuju kerjasama antar daerah ini bisa terwujud," ungkapnya. 

Dicontohkan dia, seperti fasilitasi warga Jawa Barat yang diduga ODHA, jika hendak pulang ke kampung halaman di Jabar maka bisa difasilitasi dengan kerja sama antar daerah seperti kerjasama antar Pemprov Jabar dan Pemprov Kepulauan Riau.

"Sehingga dalam kerja sama ini secara teknis terkait fasilitasi maupun bisa juga saling tukar data dan informasi terkait ODHA dan penanganannya," jelasnya. 

Staf Ahli Wali Kota Singkawang, Agus Priyatno berharap pertemuan ini bermanfaat bagi kedua daerah dalam penanganan HIV/AIDS. 

Dalam pertemuan itu,  Agus juga memaparkan sejarah dan penanganan serta langkah Pemkot Singkawang dalam menanggulangi HIV/AIDS di kota Singkawang.  

Dimana sejak tahun 2002, Kota Singkawang sudah melakukan upaya pengendalian HIV/AIDS dengan adanya Klinik Mawar yang berseketariat di RSUD Abdul Aziz Singkawang.

"Upaya ini terus dilakukan hingga adanya konseling CST dan VCT di setiap Puskesmas di Kota Singkawang hingga kini," katanya. 

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, A Kismed mengatakan, situasi HIV/AIDS sampai tahun 2017 jumlah Odha sebanyak 1.817 orang. "Setelah dicek dengan KPA Singkawang ternyata tercatat 1.861 orang alias naik 44 kasus," katanya.

Jumlah ini merupakan akumulasi sejak ditemukannya Odha. Kemudian, Odha ini bukan saja berasal dari Singkawang namun ada juga berasal dari luar Singkawang yang ditangani Klinik Mawar Singkawang. (rud/ang)