Menambah Nuansa Ramadan di Singkawang, Dua Beduk ‘Raksasa’ Dipajang di Depan Masjid Agung

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 167

Menambah Nuansa Ramadan di Singkawang, Dua Beduk ‘Raksasa’ Dipajang di Depan Masjid Agung
BEDUK – Tampak dua buah beduk yang dipajang di depan Masjid Agung Singkawang untuk memeriahkan agenda Ramadan Fair yang digelar Pemerintah Kota Singkawang selama Ramadan. (SP/Rudi)
Tak hanya dihiasi dengan ribuan ornamen ketupat, dua buah beduk berukuran besar yang dipajang di depan Masjid Agung Singkawang semakin memeriahkan agenda Singkawang Ramadan Fair, namun yang terpenting adalah menambah nuansa Ramadan lebih kentara di Kota Singkawang.

SP - Koordinator pembuatan salah satu beduk, Dido Sanjaya mengatakan, beduk yang berukuran 40x4 meter itu dibuat hanya dalam waktu dua mingguan. Dalam membuat, dia mengajak rekan-rekannya secara swadaya.

"Sedangkan bahannya kita menggunakan multiplek dan triplek. Dimana beduk itu nantinya akan dihias dengan lampu pelita yang di bawahnya akan dikelilingi pagar dan ketupat," ujarnya, Selasa (22/5).

Dia menargetkan pertengahan Ramadan akan selesai. Menurutnya, beduk dan ketupat memang sangat identik untuk menyambut hari Agung Idulfitri. Dimana saat mau takbiran sudah pasti kita akan memukul beduk, sedangkan di hari lebaran sudah pasti akan makan ketupat. "Dari kedua ciri khas itu maka kita ambillah ikon beduk," jelasnya.

Dia tak memungkiri jika dalam proses pembuatan beduk sudah pasti akan mengalami hambatan. Terutama mengenai anggaran. "Alhamdulillah berkat dukungan kawan-kawan, akhirnya sedikit demi sedikit beduk pun bisa terealisasi," katanya.

Ide untuk membuat beduk sudah ada sebelum adanya gagasan Singkawang Ramadan Fair. "Bahkan bukan hanya satu beduk saja yang mau kita buat, tapi juga 48 buah beduk dengan ukuran yang kecil-kecil untuk dipajang di sekitar Masjid Agung Singkawang," ujarnya.

Namun, dikarenakan keterbatasan anggaran, akhirnya disepakati satu beduk saja dengan ukuran yang besar. 

Sementara itu, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie telah menugaskan setiap kepala dinas untuk menggelar safari Ramadhan yang akan dibagi menjadi empat kelompok.

Kepada masing-masing kelompok, diminta melakukan kegiatan safari Ramadan dengan mengunjungi masjid-masjid yang sudah ditentukan. Kemudian menyampaikan pesan-pesan pembangunan kepada jamaah masjid yang dikunjungi. "lalu mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan tersebut," pintanya. (rudi/ang)