Realisasi PAD Singkawang 2018 Sudah Mencapai 65 Persen

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 135

Realisasi PAD Singkawang 2018 Sudah Mencapai 65 Persen
Ilustrasi. (Net)
SINGKAWANG, SP - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Singkawang hingga 9 Mei 2018 (bulan ke lima) telah mencapai 65 persen. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKAD) Singkawang, Muslimin mengatakan, pendapatan ini berasal dari sektor pajak restoran, hotel dan hiburan. "Jadi sudah sekitar 67 persen dan sudah melebihi target," kata Muslimin, Selasa (22/5).

Pada perubahan APBD 2018, pihaknya akan menambahkan lagi target pajak daerah sebesar Rp40 miliar. "Penambahan itu karena kita lihat taat pajak sudah semakin baik, sehingga PAD semakin meningkat," ungkapnya.

Ditambah lagi antusias masyarakat atau destinasi wisatawan baik dalam maupun luar daerah ke Singkawang meningkat. Dia menambahkan, penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Singkawang, salah satunya adalah pajak penerangan jalan umum (PJU).

"Pajak penerangan jalan kita bekerjasama dengan PLN, dari Rp12,5 miliar yang ditargetkan, realisasinya hingga bulan ke lima sudah mencapai 50 persen,” katanya.

Muslimin menegaskan, bahwa semua pemasukan pajak daerah akan dipergunakan untuk pembangunan Kota Singkawang.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengimbau pengusaha dan wajib pajak untuk bisa patuh dalam membayar pajak. "Kepada pengusaha (wajib pajak) diimbau untuk bisa patuh membayar pajak," katanya.

Dia menjelaskan, pajak untuk kepentingan pembangunan Kota Singkawang. "Untuk itu saya harapkan adanya partisipasi dari para pengusaha untuk memberikan kontribusi dalam bentuk pajak demi pembangunan Kota Singkawang," ujarnya. 

Wakil Ketua DPRD Singkawang, Sumberanto Tjitra, merasa senang dan memberikan apresiasi dengan peningkatan PAD yang sudah melebihi target untuk semester pertama 2018.

"Ini menandakan potensi peningkatan PAD Singkawang cukup besar. Yang penting harus dikelola dengan management yang baik, profesional dan pendekatan-pendekatan yang mampu merangsang dan menggugah kesadaran wajib pajak," katanya.

Pelayanan kepada masyarakat juga harus meningkat, baik kualitas SDM, maupun sarana dan prasarana yang mampu memberikan kenyamanan. 

"Sebagai contoh, keluhan masyarakat terhadap PJU. Wali kota sudah memberikan sinyal, silakan melapor apabila ada permasalahan yang berkaitan dengan pelayanan pemerintah terhadap masyarakat," pintanya.

Jangan sampai ada keluhan warga mengenai PJU yang padam, atau ada tempat gelap gulita, tanggapan yang diberikan sangat lamban. (rud/ang)