BPJS Nunggak Bayar Klaim, RSUD Abdul Aziz Singkawang Kelabakan

Singkawang

Editor Indra W Dibaca : 330

BPJS Nunggak Bayar Klaim, RSUD Abdul Aziz Singkawang Kelabakan
Direktur RSUD Abdul Aziz Singkawang, Carlos Dja'afara. (SP/Rud)
SINGKAWANG, SP – Direktur RSUD Abdul Aziz Singkawang, Carlos Dja'afara mengatakan, klaim BPJS di RSUD Abdul Aziz Singkawang senilai Rp5 miliar di bulan Januari 2018 belum bisa dibayar pihak BPJS. Padahal seharusnya sesuai aturan tanggal jatuh tempo pembayaran pada 7 Juni 2018.

"Menurut pernyataan dari BPJS, kasnya saat ini sedang kosong jadi klaim yang kita ajukan tidak bisa di bayar," kata Carlos, Senin (11/6).

Kemudian, menurut aturan yang baru, katanya, harus menggunakan Permen per 31 Desember.

"Itu aturan apa yang digunakan BPJS (Permen 31 Desember), karena yang saya tahu untuk semua rumah sakit seluruh Indonesia, bahwa klaim harus dibayar 15 hari setelah tanggal pengajuan klaim," ujarnya.

Menurut Carlos, dana yang diajukan ini adalah untuk biaya operasional rumah sakit. Namun, dikarenakan belum bisa dibayar BPJS, maka hutang rumah sakit untuk segala macam pembayaran pun tidak bisa dibayarkan.

"Karena kewajiban BPJS untuk membayar pada tanggal 7 Juni itu tidak bisa mereka laksanakan," ungkapnya.

Atas kondisi ini pula, menurut Carlos, rumah sakit Abdul Aziz Singkawang menjadi kelabakan, karena di satu sisi mereka (BPJS) menuntut pelayanannya harus bagus, sementara kewajiban tidak mereka penuhi.

"Kalau seperti ini, tolong konfirmasi ke BPJS bisakah rumah sakit untuk sementara ini tidak melayani pasien BPJS. Kalau bisa tetapi hal ini harus menjadi tanggungjawab BPJS bukan Direktur Abdul Aziz," kesalnya.

Diapun mengatakan, jika permasalahan ini belum disampaikannya kepada Wali Kota Singkawang.

"Untuk itu, saya minta BPJS segera membayarkan klaim yang diajukan untuk kebutuhan operasional rumah sakit," pintanya. (rud)