Pendapatan Retribusi Singkawang Rendah, Per Juni 2018 Baru Mencapai Rp2,1 Miliar

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 205

Pendapatan Retribusi Singkawang Rendah, Per Juni 2018 Baru Mencapai Rp2,1 Miliar
PARKIR – Salah satu warga tengah memarkirkan sepeda motornya di salah satu kawasan di Kota Singkawang, Baru-baru ini. Badan Keuangan Daerah Singkawang mengaku, hingga Juni 2018 retribusi untuk daerah dari parkir masih terbilang minim. (SP/Rudi)
Kepala BKD Singkawang, Muslimin
"Mengenai pendapatan retribusi daerah, sampai dengan tanggal 7 Juni 2018 ini baru mencapai Rp2,1 miliar atau sekitar 27,4 persen dari yang ditargetkan sebesar Rp7,7 miliar," 

SINGKAWANG, SP - Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Singkawang, Muslimin mengatakan, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) belum seimbang dengan pendapatan retribusi daerah yang dikelola masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

"Mengenai pendapatan retribusi daerah, sampai dengan tanggal 7 Juni 2018 ini baru mencapai Rp2,1 miliar atau sekitar 27,4 persen dari yang ditargetkan sebesar Rp7,7 miliar," kata Muslimin, Senin (18/6). 

Terkait dengan ini, memang masih perlu penguatan dan kerja keras dari masing-masing kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meningkatkan pemasukan daerah dari retribusi. "Baik itu mengenai retribusi perparkiran, persampahan, serta retribusi lainnya," ujarnya.

Parahnya lagi, untuk retribusi dari tower telekomunikasi dari yang ditargetkan sebesar Rp1 miliar, sampai dengan saat ini samasekali masih nihil alias nol.

"Mengenai hal ini mungkin Dinas Kominfo bisa memberikan penjelasan mengenai persoalan atau kendala yang dihadapi di lapangan," ungkapnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan sebelumnya berjanji akan melakukan evaluasi-evaluasi terkait dengan kinerja masing-masing SKPD supaya pendapatan retribusi daerah bisa lebih meningkat.

"Akan kita coba lakukan evaluasi-evaluasi terkait dengan kinerja masing-masing SKPD supaya pendapatan retribusi daerah bisa lebih meningkat," katanya.

Menurutnya, evaluasi yang dilakukan pun akan tetap berjalan setiap tahun, guna mencapai target yang sudah ditetapkan.

"Jadi walaupun mencapai target di tahun ini, evaluasi tetap terus dilakukan guna mencapai target yang sudah ditetapkan di tahun berikutnya, begitu seterusnya," ujar dia. 

Sebelumnya, Muslimin juga mengungkapkan hingga per 7 Juni 2018 realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Singkawang sudah mencapai Rp19,5 miliar atau sekitar 50,92 persen.

"Artinya sampai dengan tanggal tersebut pendapatan PAD tahun ini sudah mencapai separuh dari target yang kita tetapkan sebesar Rp38,320 miliar," kata Muslimin, pekan lalu.

Menurut dia, realisasi PAD ini berasal dari 11 jenis pajak daerah yang dikelola oleh BKD. Dimana tiga jenis pajak diantaranya telah memberikan sumbangsih yang besar terhadap peningkatan PAD Kota Singkawang. "Tiga jenis pajak yang dimaksud adalah pajak perhotelan, pajak restoran dan pajak hiburan," ujarnya.

Muslimin menjelaskan, pada pajak perhotelan, sudah mencapai sebesar Rp1,6 miliar atau 76,64 persen dari yang ditargetkan sebesar Rp2,1 miliar. Sedangkan pada pajak restoran sebesar Rp2,7 miliar atau 60,39 persen dari yang ditargetkan sebesar Rp4,5 miliar.

Sementara pada pajak hiburan hampir mencapai sebesar Rp1,5 miliar atau 62,93 persen dari yang ditargetkan sebesar Rp2,3 miliar. Di sisi lain, khusus pada pajak BPHTB, mencapai sebesar Rp6,2 miliar atau 68,69 persen dari yang ditargetkan sebesar Rp9 miliar.

"Jadi terus terang saja, untuk tahun ini realisasi PAD Kota Singkawang pada akhir bulan Juni kelak dirasakan akan lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun yang sebelumnya," ungkapnya.

Secara terpisah, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie meminta kepada pengusaha (wajib pajak) harus sadar karena dengan membayar pajak mereka ikut berpartisipasi membangun Kota Singkawang.

"Yang kita harapkan adalah kesadaran dari masing-masing pengusaha untuk mentaati aturan membayar pajak," katanya. (rud/ang)

Target Terlalu Tinggi

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Singkawang, Ahyadi mengatakan, yang menjadi kendala bagi pihaknya dalam menarik retribusi tower adalah regulasi yang sedang dalam proses revisi/penyempurnaan sesuai kewenangan.

"Namun pada tahun ini harapan kami sudah dapat ditarik retribusinya, walaupun tidak bisa mencapai sesuai target," katanya.

Di sisi lain, target yang ditetapkan juga terlalu tinggi. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya untuk melakukan penarikan guna peningkatan PAD Kota Singkawang. “Semua sedang kami upayakan, terutama untuk meningkatkan pendapatan daerah,” tutupnya. (rud/ang)