Tjhai Chui Mie Harapkan Sanksi Tegas kepada Pembakar Lahan

Singkawang

Editor Indra W Dibaca : 4426

Tjhai Chui Mie Harapkan Sanksi Tegas kepada Pembakar Lahan
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie. (Ist)
SINGKAWANG, SP - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menegaskan, mulai detik ini jangan ada lagi titik api baru yang dapat menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Singkawang.

"Maka dari itu perlu dukungan dan sinergitas dari seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan lahannya (bagi yang punya lahan) untuk menjauhi sumber api yang dapat menimbulkan kebakaran lahan," kata Tjhai Chui Mie saat menggelar konferensi pers bersama media, di ruang Media Center Diskominfo Singkawang, kemarin. 

Menurutnya, musim kemarau yang cukup panjang ditambah angin yang cukup kencang membuat api dengan sangat cepat membakar lahan yang satu ke lahan yang lainnya.

"Jika tidak segera ditangani, maka kebakaran lahan akan semakin meluas dan tentu akan banyak menimbulkan dampak negatif dari kabut asap yang ditimbulkan," ujarnya.  

Pemerintah, katanya, telah melakukan berbagai upaya, baik dari BPBD, Manggala Agni, tim relawan, TNI, Polri, dan masyarakat setempat bahkan dari Badan Pemadam Kebakaran Swasta (BPKS) juga ikut turun memadamkan agar kebakaran lahan tidak semakin meluas.

Guna meminimalisir kejadian serupa agar tak terulang kembali, diharapkan adalah sanksi tegas dari pihak kepolisian kepada pelaku yang melakukan pembakaran lahan baik yang disengaja ataupun tidak disengaja.

"Karena ulah dari mereka tentu sangat merugikan kita semua," ujarnya.  Pemerintah, selain bergerak cepat memadamkan kebakaran juga berencana akan membentuk posko pengaduan Karhutla di masing-masing kecamatan.

Di posko itu, katanya, selain bisa digunakan sebagai pengaduan juga akan disiapkan segala peralatan pertolongan pertama saat terjadi kebakaran.

"Saya rasa kita perlu melakukan rapat lagi mengenai sarana dan prasarana apa saja yang dibutuhkan karena kita tidak tahu jika kemarau ini sampai bulan berapa akan berakhir," ungkapnya.

Wali Kota perempuan ini juga menilai, jika pembentukan Posko atau Satgas ini sangat penting guna penanggulangan Karhutla yang sewaktu-waktu akan terjadi di Kota Singkawang. 

Disamping itu, dia pun meminta agar tim terpadu yang ditugaskan untuk memadamkan Karhutla untuk secara rutin melakukan patroli lapangan.

"Karena dengan patroli tersebut, saya rasa bisa dengan cepat melakukan tindakan-tindakan sebelum api membesar dan meluas ke lahan yang satu dengan lahan yang lainnya," pintanya.

Dia juga meminta kepada pimilik lahan, agar dapat membuat sumur bor (penampungan air) sehingga apabila terjadi kebakaran lahan, tim pemadam tidak kesusahan dengan air. 

"Jangan sampai kesalahan ini terulang kedua kalinya. Karena kita sudah tahu titik-titik mana saja yang selalu terjadi kebakaran lahan, kenapa tidak segera kita antisipasi dan menyiapkan segala peralatannya," katanya.

Intinya, tegas dia, disaat musim kemarau sekarang ini orang serta peralatan harus sudah dipersiapkan sebelum kebakaran semakin meluas.

"Sampai hari ini kita harapkan jangan ada lagi lahan yang terbakar," tegasnya.

Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Singkawang, Yuyu Wahyudin mengatakan, bahwa kondisi cuaca di Singkawang saat ini sedang ekstrim.  Dimana hotspot (titik panas) yang ada di Singkawang sejak Januari-Agustus 2018 terpantau sebanyak 17 titik.

"Ini berdasarkan data dari satelit SiPongi, NOAA dan LAPAN," kata Yuyu.

Kemudian, berdasarkan informasi yang pihaknya himpun dari Januari - Agustus 2018, luas lahan yang terbakar di empat kecamatan yang ada di Kota Singkawang ada sekitar 263,70 hektare.

"Namun yang berhasil dipadamkan ada sekitar 51,70 hektare," ujarnya.

Menurutnya, kebakaran lahan yang terjadi di Kota Singkawang tahun ini cukup meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu disebabkan dua unsur, yaitu disengaja dan tidak disengaja. Karena berdasarkan informasi di lapangan, menyebutkan ada yang membakar lahan namun lupa di padamkan akhirnya meluas.

Maka dari itu, untuk meminimalisir kejadian serupa, diharapkan peran serta masyarakat untuk ikut menjaga lahannya agar tidak membuka lahan dengan cara di bakar. (rud)