Sebulan Sembunyi di Hutan, Tersangka Pembunuh Mantan Istri Dibekuk Polisi

Singkawang

Editor Angga Haksoro Dibaca : 2476

Sebulan Sembunyi di Hutan, Tersangka Pembunuh Mantan Istri Dibekuk Polisi
Foto: antara
Singkawang, SP - SR alias JM selama berhari-hari menyusuri hutan di kawasan Singkawang, Kalimantan Barat. Dia terpaksa lari dari kejaran polisi usai menikam mantan istrinya, Sery Juniarsih yang tinggal di Jalan Rawasari Gang Margasari, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah hingga tewas.  

Usai membunuh korban, selama pelarian di hutan buah apapun yang ditemukan dimakan untuk menyambung hidup.   “Setiap hari saya jalan masuk hutan, kalau ketemu buah-buahan saya makan. Apabila ketemu dengan pondok, saya tidur di pondok. Kalau tidak, saya tidur di bawah batang pohon,” kata JM seperti dikutip Antara, Kamis (18/10).  

Sementara kalau haus, dirinya meminum air dari genangan yang ada di hutan. "Saya ambil pakai tangan lalu saya minum," jelasnya.   Tersangka JM ditangkap Senin (15/10). Tersangka dalam pelarian selama 1 bulan sejak membunuh istrinya 15 September 2018.  

JM mengaku tega menikam mantan istrinya karena cemburu. “Kejadiannya sudah lama, sewaktu kami sama-sama bekerja di Malaysia. Waktu itu saya menemukan foto laki-laki di album Facebook istri saya,” kata JM.  

Rasa cemburu selalu timbul di hati JM sehingga akhirnya bercerai setelah 12 tahun hidup bersama. “Setelah cerai, istri pulang duluan ke Singkawang. Sementara saya masih di Malaysia sambil mencari ongkos untuk pulang ke Singkawang,” ujarnya.  

Saat pulang, JM mengaku sempat tinggal satu rumah bersama korban sekitar 5 bulan. Lima hari sebelum Idul Fitri, dirinya sering bertengkar hingga akhirnya pisah rumah.  

JM mengaku tidak sengaja melukai kedua anaknya yang mecoba merebut pisau saat menikam korban. “Sewaktu saya mau menikam korban, kedua anaknya sempat mau mengambil pisau dari tangan saya. Akhirnya kena juga tangannya. Tapi saya kan tidak tahu,” ujarnya.  

Kapolres Singkawang AKBP Raymond M Masengi di Singkawang, mengakui kesulitan menangkap pelaku karena lari masuk hutan.  

“Sulitnya penangkapan dikarenakan pelaku melarikan diri ke areal perkebunan atau hutan. Di dalam hutan, tersangka juga berpindah-pindah tempat untuk menghindari kejaran polisi maupun masyarakat,” kata Kapolres Singkawang.  

Berdasarkan pengakuan tersangka, saat kejadian dia sedang berada di rumah. Ketika melihat mantan istrinya muncul niat untuk menyakiti korban.  

“Jadi dugaan sementara, motif pembunuhan terjadi karena masalah keluarga. Tersangka dan korban sudah lama pisah rumah karena permasalahan di internal mereka,” kata AKBP Raymond.  

Dalam waktu dekat polisi akan menggelar rekonstruksi pembunuhan. Atas perbuatannya, tersangka dikenai Pasal 338, Pasal 340 dan Pasal 351 KUHP.  

“Mengenai tempat masih dalam pertimbangan. Kalau memang memungkinkan untuk digelar di TKP, memang lebih baik di TKP. Tapi apabila membahayakan pelaku karena di sekitar TKP banyak keluarga korban, kemungkinan rekonstruksi akan digelar di tempat lain,” ujar AKBP Raymond. (*)