Singkawang Kerjasama CDIA dan PT SMI

Singkawang

Editor Angga Haksoro Dibaca : 151

Singkawang Kerjasama CDIA dan PT SMI
Singkawang, SP - Pemerintah Kota Singkawang melaksanakan pembahasan laporan akhir studi pra-kelayakan (Pre-Feasibility Studies) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di ruang rapat Wali Kota Singkawang.

Pertemuan yang digelar Jumat (26/10) kemarin, dihadiri oleh beberapa OPD Kota Singkawang seperti PDAM Gunung Poteng Singkawang, Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak, Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Propinsi Kalimantan Barat, Anggota DPRD Kota Singkawang serta perwakilan dari CDIA dan PT SMI (Persero).

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Singkawang Bujang Syukrie mengatakan, pelaksanaan studi yang didanai oleh Asian Development Bank (ADB) ini merupakan buah dari kerjasama pendampingan teknis oleh Cities Development Initiatives for Asia (CDIA) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) yang ditandatangani pada bulan Desember 2017.

“Tujuan dari kerjasama pendampingan teknis ini adalah untuk membantu Pemerintah Kota Singkawang dalam menyusun studi pra-kelayakan yang mencakup kajian teknis, finansial, hukum, kelembagaan, lingkungan dan sosial dalam memenuhi kebutuhan air minum masyarakat Kota Singkawang, khususnya wilayah Kecamatan Singkawang Selatan yang akan memanfaatkan sumber air baku Danau Serantangan di Kelurahan Sagatani,” katanya.

Kerjasama ini, katanya, berawal dari keikutsertaan Pemerintah Kota Singkawang pada acara Workshop Effective Urban Infrastructure Planning di Singapura yang diselenggarakan oleh CDIA, Kementrian Luar Negeri Singapura dan National University of Singapore pada April 2017. Lalu dilanjutkan dengan Workshop Good Practice Laboratory for Effective Urban Infrastructure Programming di Naga City, Filipina, pada bulan November 2017.

Dia mengatakan, saat ini pelayanan air bersih di Kota Singkawang baru sekitar 34%, dan ini masih sangat jauh dari yang ditargetkan Pemerintah Pusat dalam RPJMN 2015-2019, yaitu 100% pelayanan di tahun 2019.

"Oleh karenanya Pemerintah Kota Singkawang terus berupaya meningkatkan pelayanannya dengan mengelola segala potensi yang ada, salah satunya adalah memanfaatkan sumber air baku di Danau Serantangan," ujarnya.

Disampaikan dalam laporan akhir studi, bahwa pembangunan sistem penyediaan air minum merupakan tanggung jawab bersama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi maupun Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya masing-masing sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang.

"Terkait dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Singkawang, Asyir A Bakar, meminta komitmen semua pihak untuk turut berkontribusi demi percepatan peningkatan layanan air bersih Kota Singkawang," ungkapnya. 

Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Kota Singkawang, Eka Chandra meminta Pemerintah Kota Singkawang agar terlebih dahulu membuat Detail Engineering Design (DED), AMDAL serta pengadaan lahan proyek sebelum mengusulkan bantuan Pemerintah Pusat maupun Provinsi. 

"Selain itu diharapkan bahwa pengelolaan Danau Serantangan tidak hanya semata-mata untuk air baku, namun juga bisa dikembangkan untuk sektor lainnya seperti pariwisata ataupun budidaya ikan air tawar," pintanya.

Oleh karena itu, perlu dipikirkan lebih jauh upaya untuk melestarikan danau dengan cara melindungi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berhubungan dengan Danau Serantangan. 

Sementara Project Manager CDIA, Brian Cappati menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kota Singkawang atas kerjasamanya, dan menyatakan akan terus mendorong realisasi proyek. 

Hal senada disampaikan oleh perwakilan PT SMI, Tata Sumirat, bahwa sebagai pihak yang diberi mandat oleh Kementerian Keuangan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia, PT SMI akan terus memonitor upaya realisasi proyek ini dan akan selalu siap membantu jika dibutuhkan.

"Sehingga studi yang telah dilakukan tidak berakhir sebagai dokumen semata," ujarnya. (rud)