BNN Singkawang Tes Urine Pejabat Eselon II dan III

Singkawang

Editor Angga Haksoro Dibaca : 95

BNN Singkawang Tes Urine Pejabat Eselon II dan III
Singkawang, SP - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Singkawang melakukan tes urine kepada peserta kegiatan Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Lingkungan Pemerintah Kota Singkawang.  

Sebanyak 17 peserta yang hadir adalah pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Kota Singkawang. “Kami bersyukur dari 17 orang yang dites urine, hasilnya semua negatif,” kata Kepala BNN Kabupaten Singkawang, AKBP Chrismas Siswanto di Aula Restoran Kampung Batu, Kamis (8/11).

Tujuan tes urine ini untuk membuktikan bahwa aparat pemerintahan betul-betul bebas dari narkotika, sehingga dapat melakukan pembangunan berwawasan anti narkoba.

“Kemarin kepolisian dan TNI sudah melakukannya. Bahkan Pemkab Bengkayang dan Landak pun sudah melakukan tes urine kepada pegawainya. Untuk Singkawang belum, sehingga kita meminta kepada Wali Kota Singkawang untuk bisa menganggarkan tes urine secara berkala kepada ASN nya,” ujar AKBP Chrismas Siswanto.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang, HM Nadjib beserta jajarannya yang turut hadir mengaku terkejut dengan tes urine yang dilakukan BNN. 

“Ini kejutan luar biasa. Kami diundang untuk menjadi peserta sosialisasi pembangunan berwawasan anti narkoba. Tapi ternyata diakhir kegiatan ada tes urine,” kata HM Nadjib.

Menurut HM Nadjib, kejutan yang dilakukan BNN Singkawang sangat baik karena bukan rekayasa. “Kalau bisa semua pejabat maupun pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Singkawang dites urine seperti ini. Peraturan itu sudah jelas tertuang dalam UU ASN.”

Tes urine dadakan oleh BNN Singkawang dinilainya sangat positip. Apalagi Dinas Pendidikan yang membawahi sekolah dan remaja tentu erat kaitannya dengan penyalahgunaan narkotika.

“Saya dan Kepala BNN Singkawang selalu berkoordinasi dan bekerja sama dalam hal pembentukan dan penguatan peran dari Satgas Anti Narkoba di sekolah," jelasnya.

Pembentukan Satgas Anti Narkoba di sekolah bukan bertugas menangkap siswa yang kecanduan narkotika. Tapi bagaimana dia bisa menjadi konselor bagi kawan-kawan sesama siswa.

“Seperti memberikan pandangan yang sehat, memberikan masukan dan saran yang baik. Tujuannya agar kawan-kawannya tidak terkena bahkan terlibat dalam penyalahgunaan narkoba,” katanya. (rud)