Minggu, 20 Oktober 2019


Polres Amankan 19 Sabu dari SF

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 64
Polres Amankan 19 Sabu dari SF

DIAMANKAN - Polisi mengamankan seorang pria karena diduga pelaku narkoba, di Jalan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan, Selasa (8/10). ist

SINGKAWANG, SP - Satuan Narkoba Polres Singkawang mengamankan seorang pria berinisial SF, lantaran diduga sebagai pelaku tindak pidana narkotika jenis sabu, di Jalan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan, Selasa (8/10) sekitar pukul 10.00 WIB.

 

Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi melalui Kanit Narkoba, Ipda Agung Banu mengatakan, dari penangkapan terhadap terduga, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti yang diduga narkoba jenis sabu sebanyak 19 gram.

 

"Yang mana barang bukti tersebut, disimpan terduga di balik bajunya yang tergantung," katanya.

 

Berdasarkan interogasi anggota kepada terduga, bahwa barang haram tersebut dibelinya dari seseorang yang berada di Pontianak.

 

"Barang haram tersebut dibeli oleh terduga sendiri pada hari Senin (7/10), tepatnya di wilayah Beting," ujarnya.

 

Pihaknya akan terus melakukan pengembangan terhadap terduga mengenai untuk siapa barang haram itu didapatkannya.

 

Mengingat, masyarakat Sagatani sudah sangat resah terhadap peredaran barang haram tersebut.

 

"Ditambah lagi, masyarakat Sagatani sering kehilangan barang-barang akhir-akhir ini, yang mana barang-barang yang hilang tersebut diduga diambil dan digunakan oleh pemakai-pemakai narkoba," ungkapnya.

 

Kemudian, hasil interogasi sementara bahwa terduga juga ada menyiapkan paket Rp50 ribu. Paket yang disiapkan ini sebagai pancingan untuk orang-orang yang belum tahu cara menggunakan sabu.

 

"Jadi, diberikanlah paket Rp50 ribu. Namun saat pengguna sudah ketergantungan, terduga tidak lagi menjual paket yang Rp50 ribu, tetapi di atasnya," jelasnya.

 

Menurutnya, terduga merupakan pemain baru. Bisnis barang haram tersebut sudah dilakukannya selama tujuh bulan.

 

Atas perbuatannya, terduga akan dikenakan Pasal 114 dan 112 UU Narkotika dan diancam seumur hidup, karena barang bukti yang ditemukan lebih dari 5 gram. (rud/lha)