Minggu, 17 November 2019


SMA Negeri 2 Beraudiensi ke RPP KPU

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 51
SMA Negeri 2 Beraudiensi ke RPP KPU

AUDIENSI - Siswa SMA Negeri 2 Singkawang melakukan audiensi ke Rumah Pintar Pemilu KPU Singkawang, Minggu (3/11).

SINGKAWANG, SP - Setelah siswa SMK Mudita, kini giliran siswa dari SMA Negeri 2 Singkawang melakukan audiensi Rumah Pintar Pemilu (RPP) di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang.

"Kedatangan 31 siswa ini didampingi seorang guru, guna melakukan audiensi sekaligus belajar tentang kepemiluan melalui RPP KPU Kota Singkawang," kata Ketua KPU Singkawang, Riko, Minggu (3/11).

Dia pun memberikan apresiasi kepada pihak SMA Negeri 2 Singkawang yang ingin belajar untuk menambah wawasan tentang kepemiluan.

Menurutnya, keberadaan RPP adalah sebagai wadah untuk pelayanan transparansi informasi kepemiluan di KPU Kota Singkawang.

"Keberadaan Rumah Pintar Pemilu ini dalam rangka menambah wawasan kepemiluan, menambah khazanah pengetahuan adik-adik tentang dinamika demokrasi kita," ujarnya.

Selain audiensi, kata dia, para siswa juga diajak untuk studi tur kepemiluan. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sub Bagian Teknis KPU Kota Singkawang, Guntur Gunawan, menjelaskan mengenai sejarah dan kegiatan-kegiatan kepemiluan. 

Dia juga menjelaskan kepada peserta mengenai tingkat partisipasi pemilih di setiap pemilu dan pilkada dari masa ke masa.

Para siswa juga mendapatkan penjelasan tentang logistik pemilu berikut kegunaannya pada penyelenggaraan pemilu. (rud/lha)

Pembelajaran Politik 

Anggota KPU Kota Singkawang Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Khairul Abror mengatakan, kedatangan para siswa adalah sebagai bentuk itikad baik dari pihak sekolah guna mendapatkan informasi tentang Pemilu, khususnya yang ada di Singkawang. 

"Ini adalah pembelajaran politik yang baik. Kita apresiasi, karena tidak semua sekolah mampu melakukan ini," katanya.

Dia mengatakan, RPP merupakan salah satu wadah yang dikelola oleh KPU untuk memfasilitasi publik dalam mendapatkan informasi kepemiluan. 

"Sehingga kehadiran para siswa menunjukkan bahwa siswa saat ini memiliki ketertarikan untuk mengetahui proses demokrasi dalam pemilu," ujarnya.

Abror berharap, ke depan para siswa tidak cuma menjadi pemilih yang cerdas, tapi juga punya keinginan untuk menjadi penyelenggara pemilu. 

"Tidak hanya aktif sebagai pemilih yang cerdas, tapi juga aktif sebagai penyelenggara. Bisa di tingkat RT atau di lingkungan lainnya. Karena untuk seumuran mereka, sudah bisa menjadi penyelenggara di tingkat TPS," ungkapnya. (rud/lha)