Minggu, 17 November 2019


Jajaki Kerja Sama dengan Negeri Jiran

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 133
Jajaki Kerja Sama dengan Negeri Jiran

PERTEMUAN - Pemerintah Kota Singkawang bersama Pemerintah Kabupaten Sambas yang difasilitasi oleh Konsulat Jenderal RI Kuching pada pertemuan resmi dengan Kementerian Perdagangan International Kuching, beberapa waktu lalu. IST

SINGKAWANG, SP - Penjajakan kerja sama yang ingin dilangsungkan antara Pemerintah Kota Singkawang bersama Pemerintah Kuching Sarawak, ternyata tak main-main. 

Hal itu dibuktikan dengan hadirnya Pemerintah Kota Singkawang bersama Pemerintah Kabupaten Sambas, difasilitasi oleh Konsulat Jenderal RI Kuching pada pertemuan resmi dengan Kementerian Perdagangan International Kuching. 

"Dalam pertemuan beberapa waktu lalu, kita langsung diterima oleh Bapak Wakil Ketua Menteri, Datu Amar Haji Awang Tengah Ali Hasan dan menerima kita secara formal," kata Kepala Disperindagkop dan UKM Singkawang, Muslimin, Senin (4/11). 

Dalam pertemuan, kata dia, ada beberapa catatan yang diberikan oleh Pemerintah Kuching Sarawak, yang pada prinsipnya mereka sangat menyambut baik kerja sama ini.

Kemudian, banyak potensi yang bisa ditangkap untuk dikerjasamakan. Salah satunya yang mengenai aktivitas Damri jurusan Singkawang-Kuching. 

Untuk sementara, Terminal ALBN yang sedang dibangun di samping Dinas Perhubungan Singkawang belum selesai. Tetapi, Pemkot Singkawang sudah menyiapkan tempat atau terminal awalnya di Singkawang ntah Sarawak untuk menterjemahkan ini karena pada prinsipnya dari Singkawang sudah siap, dalam hal transportasi darat dengan menggunakan Damri langsung ke Kuching (PP)," ujarnya. 

Selain kerja sama dalam hal transportasi, Pemkot Singkawang juga akan menjalin kerja sama dalam hal perdagangan. Karena, ada beberapa produk unggulan di Kota Singkawang sangat diterima di Negeri Jiran. 

"Di antaranya adalah keripik singkong, keladi, pisang, dan sebagainya," ungkapnya. 

Bahkan, kue-kue dan manisan juga sangat diterima di Negeri Jiran. Sedangkan dari sisi peternakan, Pemerintah Sarawak juga menginginkan ada secara regulasi yang dibawa untuk memudahkan ekspor-impor ke Negeri Jiran, terutama kambing dan sapi. 

"Karena di sana, kebutuhan untuk kambing dan sapi ini sangat luar biasa. Menurut informasi, kebutuhan akan kambing di Kuching 1.000 ekor per hari. Apabila peluang ini bisa dimanfaatkan, alangkah lebih baik kita bisa mengekspor untuk kebutuhan ini," jelasnya. 

Hanya saja, regulasi terkait dengan ekspor terutama yang menyangkut dengan hewan-hewan dan sebagainya, bahwa kewenangannya ada di Pemerintah Pusat dan Provinsi Kalbar. 

"Tapi kita berharap kerja sama ini bisa dilakukan secara formal. Karena jalur masuk yang akan dilalui bukan melalui Jagoy Babang atau Serikin, melainkan jalur Aruk dan Entikong," tuturnya.

Dalam hal ekspor-impor ini juga, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Bea Cukai Sintete, bagaimana untuk mengurus perizinan ekspornya. 

"Mereka juga siap mendorong terutama untuk ekspor kita ke Pemerintah Kuching Sarawak. Dengan harapan, para petani maupun peternak di Kota Singkawang bisa mendapatkan hasil yang baik karena pangsa pasarnya ada," ujarnya.

Karena selama ini, yang masih menjadi permasalahan bagi pelaku usaha UKM dan IKM adalah pangsa pasar. 

"Nah, untuk sekarang pangsa pasarnya sudah ada. Tinggal bagaimana kita lagi membantu mereka agar bisa bekerja dengan baik," ungkapnya. 

Terlebih, setelah pertemuan resmi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh salah satu perwakilan dari perusahaan yang ditunjuk oleh Pemerintah Kuching Sarawak ke Singkawang. 

"Beliau saya jemput di Aruk dan langsung saya temukan kepada para petani keladi, singkong, dan pisang di Singkawang Utara. Jika memang kerja sama ini betul-betul didorong, maka petani kita siap untuk melakukan kerja sama kontrak. Namun untuk mewujudkan itu, kita harus menyiapkan lahan yang cukup luas untuk ketersediaan bahan baku. Sehingga, apabila mereka memerlukannya maka bahan baku sudah siap," jelasnya. 

Tentu dalam hal ini, akan ada koordinasi lebih lanjut. Karena yang membidangi hal ini adalah Dinas Pertanian dan diharapkan bisa menjadi perhatian bagi Dinas Pertanian Singkawang. 

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Singkawang, Yusnita Fitriadi mengatakan, pada prinsipnya, pihaknya sangat mendukung program ini. 

"Apalagi dapat meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya peternak dan petani," katanya.

Hanya, ternak merupakan barang hidup, sehingga perlu proses yang akan dibicarakan bersama. 

"Untuk menindaklnjutinya antara pengusaha/produsen Singkawang dengan konsumen kita siap memfasilitasinya," ujarnya. (rud/lha)

Harus Berbenah Sediakan Bantuan

Anggota DPRD Singkawang, Muhamadin menyatakan, menyambut baik hal ini. 

"Karena saya salah satu unsur masyarakat yang dari dulu mendorong UMKM keripik lebih maju," katanya. 

Dengan adanya kerja sama ini, Pemkot Singkawang juga harus berbenah dalam penyediaan bantuan kelengkapan untuk mendorong UMKM keripik lebih baik dalam produksi. 

"Karena saat ini, produksi keripik Singkawang belum bisa memenuhi permintaan yang begitu banyak, dikarenakan peralatan yang kurang serta bahan baku yang harus didorong oleh Dinas Pertanian, untuk lebih menggiatkan masyarakat petani keladi, ubi, dan lainnya agar bisa memenuhi permintaan," ujarnya. 

Apalagi, kerja sama dengan pihak Malaysia ini merupakan cikal bakal perdagangan Singkawang lebih maju dari UMKM tradisional menjadi UMKM modern dengan segala prioritas. 

"Kita menyambut baik hal ini. Karena, sudah cukup lama juga Kadin Kota Singkawang mendorong, bekerja sama dengan Dinas Perdagangan untuk melaksanakan kerja sama. Saya rasa, MoU bisa belakangan yang penting action dulu baru MoU. Karena untuk apa MoU, tapi tidak jalan," ungkapnya. (rud/lha)