Jumat, 06 Desember 2019


KPPPA RI Dorong Singkawang Jadikan Semua Sekolah Ramah Anak

Editor:

Shella Rimang

    |     Pembaca: 33
KPPPA RI Dorong Singkawang Jadikan Semua Sekolah Ramah Anak

Giat seminar pendidikan peningkatan kapasitas tenaga pendidik sekolah ramah anak (SRA), di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang, Kamis (28/11).

SINGKAWANG, SP - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota Singkawang menyelenggarakan seminar pendidikan peningkatan kapasitas tenaga pendidik Sekolah Ramah Anak (SRA), di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang, Kamis (28/11).

 

Kegiatan ini menghadirkan puluhan peserta yang berasal dari dewan guru dan siswa yang ada di Kota Singkawang.

 

Kasubbid Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan KPPPA RI, Iwan Setiawan mengatakan, seminar yang digelar adalah merupakan suatu upaya pemerintah untuk mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak selama delapan jam anak berada di sekolah.

 

"Yang bertujuan untuk mencegah kekerasan terhadap anak dan warga sekolah lainnya, mencegah anak mendapatkan kesakitan karena keracunan makanan dan lingkungan yang tidak sehat, mencegah kecelakaan di sekolah yang disebabkan prasarana maupun bencana alam serta mencegah anak menjadi perokok dan pengguna napza," katanya.  

 

Dengan terwujudnya SRA juga diharapkan, hubungan antarwarga sekolah yang lebih baik, memudahkan pemantauan kondisi anak selama anak berada di sekolah, menciptakan lingkungan yang hijau dan tertata serta menjadikan anak terbiasa dengan pembiasaan-pembiasaan yang positif.

 

Berdasarkan data Kementerian PPPA RI, di Kota Singkawang baru terdapat empat sekolah yang sudah mendeklarasikan SRA.

 

"Padahal, jumlah sekolah yang ada di Singkawang cukup banyak. Sehingga kita mendorong agar semua sekolah baik negeri maupun swasta harus bisa menjadikan sekolah ramah anak untuk bisa melindungi anak-anak Singkawang dengan lebih baik lagi," ujarnya.

 

Pada akhirnya, dapat mewujudkan Singkawang sebagai Kota Layak Anak (KLA) sesuai keinginan Pemkot Singkawang yang akan mewunudkannya di tahun 2020. (rud)