Minggu, 26 Januari 2020


WKRI Sintang Gelar Natal Bersama

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 62
WKRI Sintang Gelar Natal Bersama

FOTO BERSAMA - Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang foto bersama anggota WKRI dalam perayaan Natal bersama Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Kristus Raja Katedral Sintang, di Galeri Motor Bandong, kemarin.

SINTANG, SP - Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, menghadiri perayaan Natal bersama Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Kristus Raja Katedral Sintang, di Galeri Motor Bandong, kemarin. 

Hadir Ketua WKRI Cabang Katedral Sintang Hendrika, pengurus dan ratusan anggota WKRI ranting di sekitar Kota Sintang. Perayaan Natal diawali dengan perayaan ekatisti yang dipimpin oleh Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap didampingi Pastor Hengky T Ladjar, Pr.

Di hadapan ratusan anggota WKRI Cabang Katedral Sintang, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah  menyampaikan rasa bangganya dengan anggota WKRI Cabang Katedral Sintang yang sudah mampu kompak dan ramai datang ke salah satu lokasi tujuan wisata, yakni Galeri Motor Bandong untuk merayakan Natal Bersama.

“Di tengah kondisi ekonomi yang memang belum stabil karena harga karet yang belum baik, tetapi ibu-ibu anggota WKRI tetap semangat dalam berkumpul dan berorganisasi. Saya mengajak ibu-ibu anggota WKRI Katedral Sintang untuk bersama elemen masyarakat lain, untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Sintang,” ujarnya. 

Menurut Yosepha, ibu muda harus mempersiapkan diri, khususnya menghadapi kehamilan. Perhatikan asupan gizi ibu hamil yang cukup, sehingga tidak banyak ditemukan bayi yang tumbuh  tidak sesuai dengan umurnya. Ibu hamil harus memperhatikan gizi sampai bayi berusia dua tahun.

“Saya juga mengajak ibu-ibu anggota WKRI untuk melakukan langkah nyata untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas serta penyebaran HIV AIDS. Dimulai di dalam keluarga kita masing-masing,” ajaknya.

“Saya juga pesan, agar jangan cepat memberikan handphone kepada anak-anak. Batasi juga pemanfaatan handphone, misalnya izinkan mereka menggunakan handphone pada Sabtu-Minggu saja. Dan tentunya, saya berpesan agar kita menerapkan pola hidup sederhana,” imbuh Yosepha.

Di tempat yang sama, Uskup Sintang, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap dalam khotbahnya menyampaikan bahwa Natal selain perayaan kehadiran Tuhan yang membawa terang, juga merupakan kesempatan untuk merefleksikan diri sebagai orang Kristen. 

Begitu juga dengan kondisi orang Dayak sebelum kekristenan datang, yang mengalami masa kelam dan menakutkan. Di mana sesama Dayak saja saling kayau dan bermusuhan. Tetapi setelah ajaran agama tiba, masyarakat Dayak bisa hidup damai. 

“Saya pesan kepada ibu-ibu, jangan malas punya anak. Jangan seperti di Eropa, yang mana warganya malas punya anak, sehingga ke depannya orang Eropa akan menjadi minoritas,” tutur Uskup Samuel.

Ia juga meminta kepada anggota WKRI untuk bisa menjadi contoh bagi ibu-ibu lain dan bagi umat. Caranya, kata dia, ibu-ibu harus mendorong anak-anaknya bersekolah dan menjadi terampil. 

“Sekolah harus ditempuh sambil meningkatkan keterampilan, supaya anak-anak siap menghadapi persaingan hidup. Dorong anak belajar secara formal sekaligus nonformal. Memikiki keterampilan sangat penting saat ini. Anggota WKRI harus bisa mengambil peranannya,” pesan Uskup Samuel. (hms/lha)

Beri Pelayanan ke Gereja

Ketua WKRI Cabang Kristus Raja Katedral Sintang, Hendrika, menyampaikan bahwa perayaan Natal ini untuk pertama kalinya dilaksanakan oleh WKRI Sintang. 

“Kami ingin terus memberikan pelayanan kepada gereja. Kami sengaja menyelenggarakan Natal di galeri motor bandong ini sebagai simbol bahwa anggota WKRI akan terus berlayar mewujudkan mimpi kita,” katanya. 

Menurutnya, motor bandong tersebut (tempat perayaan Natal, red) merupakan salah satu sarana para misionaris dalam menyebarkan  agama Katolik ke pedalaman Kalimantan Barat. Oleh sebab itu, Natal perdana WKRI Cabang Kristus Raja Katedral Sintang dilaksanakan di Galeri Motor Bandong tersebut.

“Saat ini, hadir anggota WKRI dari berbagai ranting yang ada di seputar Kota Sintang seperti Kelam Permai, Dedai, Kayan Hilir, Tempunak serta Kecamatan Sintang. Mari kita wujudkan ajaran Kristus dalam kehidupan sehari-hari dalam keluarga Katolik. Kita juga akan bertekad agar perayaan Natal WKRI tahun berikutnya harus tetap dilaksanakan,” pungkas Hendrika. (hms/lha)