Dela, Pengidap Kelainan Jantung Minta 'Uluran Tangan' Bupati Sintang dan Masyarakat

Sintang

Editor sutan Dibaca : 1130

Dela, Pengidap Kelainan Jantung Minta 'Uluran Tangan' Bupati Sintang dan Masyarakat
BUTUH BANTUAN- Dela Maria Natalia (7), bocah pengidap kelainan jantung didampingi sang ayah Florensius Faholus Syahril saat hendak menghadap Bupati Sintang, di Pos Penjagaan Kantor Bupati Sintang, Jumat (25/3). SUARA PEMRED/ ABDUL HALIKURRAHMAN.
Dampingan kedua orangtua, menjadi buah semangat tersendiri menuntun tubuh lemasnya menghadap sang kepala daerah, untuk berharap akan pertolongan penyembuhan dirinya.

Dela Maria Natalia (7) tampak sendu, raut matanya juga terlihat sayup. Bocah dari pasangan Florensius Faholus Syahril dan Lusaian, adalah bocah pengidap penyakit kelainan jantung.

 Kendati dalam kondisi yang tidak sehat, bocah warga Desa Bunut Lama, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang ini, sempat bermain dan bercanda dengan sang ayah dan saudara kembarnya di Pos Penjagaan Kantor Bupati Sintang.

Bahkan, dirinya sesekali duduk sejenak, untuk meredakan kelelahannya. Di sela-sela istirahatnya, Suara Pemred menghapiri dan bertanya seputar kondisi kesehatannya. Dela pun dengan polos mengaku sedang sakit.

"Iya saya sakit," kata Dela yang sesekali mengelus dadanya, Jumat (25/3).

Sang ayah, Florensius Faholus Syahril, bercerita, putrinya tersebut, tengah mengidap penyakit kelainan jantung  sejak empat tahun yang lalu.
"Jantungnya itu kalau berdetak, getarnya terlihat hingga ke baju yang digunakannya. Kalau sudah begitu, ia mendadak mengalami demam tinggi," kata Florensius.

Dela  sempat menjalani pengobatan di
Rumah Sakit Harapan Kita  Jakarta.
"Hasil pemeriksaan awal, katanya ada penyempitan. Namun dicek kembali, ternyata ada kebocoran jantung," kata sang ibu, Lusiana.

Saat menjalani perawatan di Jakarta beberapa waktu yang lalu, Lusiana menjelaskan, bahwa biaya pengobatan tersebut ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kelas III.

"Anjuran dokter, setiap bulan harus dilakukan pengecekan. Tapi karena saya tidak punya uang untuk ongkos, jadi tidak bisa.  Apalagi untuk transportasi ke Jakarta itu mahal," keluhnya.

Bekerja sehari-hari sebagai petani karet, membuat kedua orang Dela, merasa kesulitan untuk membiayai pengobatan penyakitnya tersebut.

Terlebih, saat ini kondisi harga komoditi unggulan di Kabupaten Sintang tengah mengalami kemerosotan. Disamping itu, biaya pengobatan juga terbilang sangat mahal.

"Meskipun menggunakan BPJS, kita tidak sanggup harus turun naik ke Jakarta setiap bulan," kata Lusiana.

Saat ditemui di Kantor Bupati, Dela dan kedua orangtuanya sedang berupaya meminta bantuan atau uluran tangan dari Bupati Sintang, Jarot Winarno yang terkenal dengan kepeduliannya terhadap masyarakat kecil.


“Mudah-mudahan dapat bantuan dari pak Bupati, untuk menambah ongkos keberangkatan dan perawatan medis di Jakarta," harapnya.

Selain itu, dukungan masyarakat  juga sangat dibutuhkan, guna membantu meringankan beban keluarga Florensius Faholus Syahril ini. (abdul halikurrahman/bob).