Perkara Petrus Bakus, JPU Hadirkan Dua Saksi

Sintang

Editor sutan Dibaca : 649

Perkara Petrus Bakus, JPU Hadirkan Dua Saksi
Sidang lanjutan perkara pembunuhan anak kandung sendiri oleh terdakwa Petrus Bakus, Kamis (4/8). (SUARA PEMRED/ ABDUL)
SINTANG, SP – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sintang, menghadirkan dua orang saksi dalam sidang lanjutan perkara mutilasi anak kandung atas terdakwa Petrus Bakus, Kamis (4/8).

Saksi pertama yakni Sukadi, anggota Intel Polres Melawi,  merupakan tetangga yang berdampingan langsung dengan rumah tinggal terdakwa, di Komplek Asrama Mapolres Melawi, Gang Darul Falah, Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh.

Sukadi dicecar sejumlah pertanyaan oleh majelis hakim, terkait ihwal kondisi rumah tangga terdakwa yang diketahui saksi selama ini.

Dalam kesaksiannya, dia mengaku  sering mendengar cek cok antara terdakwa dengan istrinya selama bertetangga. Bahkan hal ini sering diceritakan terdakwa kepadanya.

"Bakus juga sempat curhat mengenai istrinya dengan saya. Itu sekitar setahun yang lalu. Saat istrinya pulang ke Jawa," kata Sukadi, bersaksi.

Bakus mengeluhkan sang isitri tidak melayani kebutuhan biologis terdakwa, layaknya suami istri.

"Bakus curhat, kalau dia tidak pernah diberikan 'itu' sama istrinya. Kemudian Bakus juga sempat cerita, istrinya suka cemburu. Selama saya bertetangga, sering dengar cek cok di rumah tangganya. Bakus, sempat diusir dari rumahnya. Bajunya dilempar keluar," lanjutnya bersaksi.

Sebagai seorang teman se-profesi, Sukadi mengaku kepada majelis hakim, bahwa dirinya sempat menasehati terdakwa. "Saya bilang kalau kelai itu, jangan teriak-teriak. Baik-baik ngomongnya, kasihan anak. Waktu itu bakus menjawab, iya bang. Gitu saja," katanya.

Selain mengenai rumah tangga terdakwa, hakim juga mempertanyakan kepribadian terdakwa kepada Sukadi. Sukadi mengatakan terdakwa Petrus Bakus dikenalnya sebagai sosok yang berkepribadian baik.
 

Mengenai kronologis saat kejadian sadis tersebut, Sukadi mengaku saat itu sedang tidur. Dan terbangun setelah mendengar suara ribut-ribut.

"Saya buka pintu, lalu istri terdakwa masuk ke rumah saya. Waktu itu, istri saya ada dirumah. Dan istri terdakwa mengatakan kepada istri saya, kalau anaknya sudah di potong-potong terdakwa," katanya.

Setelah itu, drinya pun langsung menemui terdakwa.
"Kenapa kau Kus? dia menjawab, sudah aku bersihkan. Apa yang kau bersihkan, anak saya. Atas perintah siapa ? Perintah tuhan. Saya mendengar terdakwa ngomong gitu," ujar Sukadi dalam kesaksiannya.

Sementara, saksi kedua yang dihadirkan, yakni Taufik, anggota Korlantas Polres Sintang, yang juga sekomplek dengan terdakwa mengungkapkan, pada saat kejadian sadis tersebut, dia sedang piket malam.

Taufik dalam kesaksiannya menuturkan, sekitar pukul 12.00 WIB, dirinya berangkat piket, lewat di depan rumah terdakwa. Kedua anaknya masih terlihat bermain di teras rumah. Sementara terdakwa berdiri di jalan depan rumahnya.

Dalam kesaksian Taufik, JPU  sempat mempertanyakan mengenai tes psikologi ke setiap anggota Polri. Taufik mengatakan,  di lingkungan Polres dilakukan setiap setahun sekali.(abd/and/sut)