Seorang Warga Tempunak Dikabarkan Meninggal Diduga Terinfeksi Rabies

Sintang

Editor sutan Dibaca : 621

Seorang Warga Tempunak Dikabarkan Meninggal Diduga Terinfeksi Rabies
Petugas menangkap seekor anjing, menggunakan jaring untuk diberi vaksin anti rabies. Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, menghimbau seluruh warga untuk membantu mengurangi penyakit rabies. Bali, 20 April 2015. Agung Parameswara / Getty Images
SINTANG, SP - Keganasan virus rabies di wilayah timur Kalimantan Barat, kembali menelan korban jiwa. Kali ini, seorang pemuda warga Tempunak Kapuas, Sontrusto (24) dikabarkan meninggal dunia, diduga  terinfeksi virus Rabies.

Informasi yang diperoleh dari kerabat korban, Syahrul, sekitar dua bulan yang lalu, mendiang Sontrusto pernah digigit anjing, tepat di bagian tangannya.

"Waktu itu, almarhum hanya diberikan obat antibiotik saja. Namun tak kunjung sehat. Dan akhirnya, almarhum dirujuk ke rumah sakit di Kota Pontianak, karena kondisinya semakin mengkhawatirkan," ungkapnya kepada Suara Pemred, Minggu (7/8).

Ia mengaku, mendengar kabar duka atas meninggalnya korban, Sabtu (6/8) sore. Sebagai sahabat dekat, Syahrul sempat merasa tak percaya.

"Dia masih muda. Masih kuliah, dan sudah semester akhir. Saya juga terkejut, mendengar informasi duka itu. Tapi, ya mungkin ajalnya sudah sampai. Mudah-mudahan, almarhum diberikan tempat yang terbaik di sisi tuhan," katanya.

Semasa hidupnya,  almarhum dikenalnya sebagai sosok yang sangat baik, dan pintar.
"Dia sahabat saya. Anaknya pintar. Baik lah pokoknya," kenangnya.

Hal senada juga disampaikan Opi, satu di antara mantan murid PPL mendiang Sontrusto.
 "Dia (almarhum) dulu guru PPL saya, orangnya baik," katanya.

Informasi atas meninggalnya korban diketahui Opi melalui pesan singkat Blackberry Mesengger (BBM), yang dikirim oleh teman-temannya, pada Sabtu sore kemarin.

"Informasinya, Pak Son meninggal di rumah sakit Pontianak. Katanya sakit. Akibat terkena virus rabies. Saya juga tekejut mendengar informasi duka ini. Rasa tak percaya," kata Opi kepada Suara Pemred.

Hingga berita ini diturunkan, dinas terkait belum bisa dikonfirmasi, terkait kebenaran warga Tempunak Kapuas yang diduga meninggal akibat tertular virus rabies.


 Sementara itu, salah seorang warga Sintang, Lingga mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dan tanggap dalam mengatasi persoalan ini.

"Jangan sampai ada korban lagi. Bila perlu musnahkan saja anjing liar yang berkeliaran," harapnya.

Sepanjang tahun 2016 ini, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade M Djoen Sintang mencatat, sedikitnya sudah menangani 32 pasien gigitan anjing.

"31 di antaranya adalah warga Sintang, dan satunya pasien rujukan dari Kapuas Hulu. Kemudian, tiga pasien yang tergigit anjing yang ditangani,  telah meninggal dunia," kata Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang, dr Rosa Trivina, belum lama ini. (abd/bob).