Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Tinjau Infrastruktur Perbatasan

Sintang

Editor sutan Dibaca : 762

Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Tinjau Infrastruktur Perbatasan
PETA RUAS JALAN- Bupati Sintang H. Jarot Winarno menunjukkan peta ruas jalan dari Sintang menuju Senaning, serta jalan paralel perbatasan yang sudah dibangun pemerintah pusat. (SP/ Yodi)
SINTANG, SP- Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang tiba di Kabupaten Sintang, Sabtu (26/11).  Oesman tiba di Bandara Susilo Sintang, disambut Bupati Sintang, Jarot Winarno, Ketua DPRD Sintang Jefray Edward  bersama unsur Forkopimda Kabupaten Sintang. 

Tiba di Sintang, Jarot langsung membawa Oesman Sapta meninjau infrastruktur jalan di Desa Simba, Kecamatan Binjai Hulu. Di desa ini, Jarot menunjukan peta ruas jalan dari Sintang menuju perbatasan Senaning serta jalan paralel perbatasan, saat ini sudah dibangun pemerintah pusat bekerjasama dengan Denzipur.  "Kami mohon bantuan Bapak Oesman agar jalan dari Sintang menuju Senaning bisa diubah statusnya jadi jalan strategis nasional," kata Jarot.  

Jarot kemudian menyerahkan surat permohonan agar status jalan Sintang menuju Senaning bisa secepatnya diubah menjadi jalan strategis nasional kepada Oesman.  Harapannya, agar ke depan penanganan jalan lebih cepat dibandingkan hanya dana APBD Sintang, selama ini belum mampu membangun jalan ini.

Oesman Sapta memberi dukungan adanya usulan perubahan status jalan nasional yang diupayakan  oleh Pemkab Sintang. “Saya kira usulan Bapak Bupati Sintang dan DPRD ini sudah benar. Harus kita dukung,” ujar Oesman.
 
Ia menegaskan Presiden RI memang menganjurkan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah terputus, seperti Aceh, Papua serta beberapa wilayah lain di Indonesia.  “Kalimantan sebenarnya itu tidak sulit. Tinggal Pemerintah Pusat mau tidak merubah dari tingkat daerah menjadi kewajiban nasional,” kata dia. 
 
Menurut Oesman, perubahan status itu sangat menguntungkan pemerintah pusat, dari pada harus turun langsung melakukan pekerjaan pembangunan infrastruktur.   “Saya setuju dengan pendapat Bupati. Memang ini harus segera. Menteri Pekerjaan Umum (PU) harus segera berinisiatif dan mengambil kebijakan agar ekonomi di wilayah Sintang itu berjalan,” terangnya. 
 
Karena fungsi jalan sangat vital bagi masyarakat. Adanya pembangunan infrastruktur jalan juga akan menghidupkan ekonomi seketika yang melibatkan masyarakat.  “Masyarakat yang jual pasir, jual batu, yang kerja itu semua terlibat. Kalau jalan ini dibangun dan bagus, maka tukang jual kue, jual pisang goreng itu hidup semua,” kata Oesman.
 
Kabupaten Sintang memiliki jalan nasional sepanjang  201,07  km. Adapun  jalan provinsi sepanjang  180,27 km, jalan kabupaten 2.199,62 km  serta jalan desa 1.801,58 km. Dari jumlah panjang jalan di Kabupaten Sintang, ada sejumlah jalan yang mendapat usulan perubahan status menjadi jalan nasional.

Di antaranya Jalan Kelam (Simpang Tugu Beji - Simpang Korem 121/ABW 2 km, Jalan Alambhana Wanawai (Simpang Korem 121/ABW - Jembatan Kapuas) 0,4 km dan Jalan Mensiku dari Jembatan Kapuas sampai Binjai Hulu sepanjang 15 km.
 
Selanjutnya, Jalan Binjai Hulu - Indung Sepering 59,69 Km, Jalan Indung Sepering - Seputau III 30 km, Jalan Seputau III sampai Pintas Keladan 70 km, Jalan Rasau – Jasa – Sungai Kelik 18 km, dan Jalan Sungai Kelik – Batas Negara (Serawak-Malaysia) sepanjang 8 km. (bob)