FAKSIN Gelar Aksi Sunyi, Minta Perhatikan Fasilitas Bermain Anak

Sintang

Editor Kiwi Dibaca : 673

FAKSIN Gelar Aksi Sunyi, Minta Perhatikan Fasilitas Bermain Anak
FAKSIN sintang
SINTANG, SP- Forum Anak Kabupaten Sintang (FAKSIN), berharap semua pihak memberikan ruang dan tempat untuk anak-anak dengan baik. Harapan ini disampaikan tatkala mereka menggelar aksi sunyi di Bundaran Tugu Adipura, Kawasan Simpang Lima, Sintang, Rabu (10/5). Melalui berbagai poster hasil goresan tangan, mereka mengingatkan berbagai pihak.  

Poster tersebut memuat pesan-pesan pengingat, agar para orangtua dan masyarakat, bisa mencurahkan kasih sayang dan memperlakukan anak secara baik, sesuai dengan adanya Hak Asasi Anak (HAK). Anak-anak, menurut FAKSIN merupakan anugerah dari Tuhan.  

Koordinator Aksi Sunyi, dalam rangka kampanye Stop Kekerasan FAKSIN, Nasrullah Rangga Nastika menerangkan, Sintang jadi satu diantara daerah target penyebaran Narkoba di Kalbar. Jika tidak disikapi bijak, kondisi ini bisa mengancam kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Sintang. Sehingga para orangtua dan masyarakat, bisa mengawasi anak-anaknya dengan bijak.
 

“Kondisi ini sangat ancam pembentukan kualitas penerus generasi muda di Bumi Senentang, sehingga kita berharap Pemkab semakin waspada dengan aksi nyata,” papar Nasrullah.
 

Peserta Aski Sunyi ini adalah para regenerasi muda, yang terdiri dari perwakilan anak-anak asal sejumlah sekolah di Kecamatan Sintang, Sepauk, Tempunak, dan Binjai. Mereka menyerukan penghentian tindakan kekerasan terhadap anak, baik fisik maupun psikis.   

Dua jenis kekerasan tersebut bisa berwujud dengan adanya peredaran Narkoba yang tidak ditindak tegas. Buktinya, anak-anak Sintang juga telah terbawa dalam pergaulan bebas yang berdampak negatif. Adanya kafe-kafe atau tempat nongkrong, yang kian banyak tersebar di Sintang.   

“Ya, kafe dan tempat nongkrong yang tidak ramah anak. Mereka bebas bergaul, bahkan biasanya tidak pantas untuk usia mereka,” timpalnya.  

Tidak hanya Narkoba, berbagai problem juga jadi tantangan di antaranya gizi buruk, kesahatan, pendidikan dan sebagainya. Anak-anak berharap komitmen Pemkab menjadikan Sintang sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).  

“Berbagai tantangan itu mengancam kehidupan generasi penerus bangsa di daerah ini. Kami sebagai anak-anak ingin mengambil peran dan menyampaikan suara kepada pemerintah,” ujarnya.  

Siswa SMAN 1 Sepauk, Anwarudin mengatakan, sebelum Aksi Sunyi, pihaknya mendapatkan pemahaman ilmu selama tiga hari saat regenerasi forum anak. Anwar mengaku banyak belajar tentang hak dan kewajiban sebagai anak. Ia pun baru tahu jika seorang anak memiliki hak dan perlindungan dari pemerintah.  

“ Misalnya perlindungan anak dari berbagai tindakan kekerasan. Di sekeliling saya, banyak terjadi tindakan kekerasan terhadap anak oleh orang-orang terdekat. Banyak anak-anak bekerja, padahal harus sekolah,” tutur Anwar.  

Tokoh Masyarakat Sintang, Ahmad Suradji menyambut baik adanya Aksi Sunyi yang dilakukan FAKSIN. Aksi ini sebagai upaya mengingatkan peran orangtua dalam memenuhi hak anak. Banyak kasus anak menjadi korban hal negatif dan kekerasan seperti aborsi dan pembunuhan bayi oleh orangtuanya sendiri.  

“Tentu ini hal baik. Orang tua harus paham saat berikan kasih sayang ke anak. Sayang bukan berarti harus penuhi semua permintaan anak,” jelasnya. (nak/mul)