Tanpa IMB, Pembangunan Ruko Bakal Disetop

Sintang

Editor Kiwi Dibaca : 784

Tanpa IMB, Pembangunan Ruko Bakal Disetop
ilustrasi
SINTANG, SP - Sejumlah masyarakat di sekitar Hotel My Home Sintang,  mengeluhkan pendirian ruko baru. Pembangunan Ruko ini tidak jauh dari Hotel My Home, Kampung Ladang, Jalan Lintas Melawi, Kota Sintang.  

Keluhan masyarakat terkait dengan dampak pembangunan Ruko tersebut, yaitu adanya air yang menggenangi saat hujan. Hal ini dikarenakan tidak adanya saluran air di proyek tersebut.  

“Kami yang merasakan dampak pembangunan Ruko tersebut. Kami minta Pemkab, bisa menghentikan aktivitas pembangunan,” papar Anto, satu di antara warga.  

Selain menggenangi jalan dan rumah-rumah warga sekitar, pembangunan Ruko tersebut disinyalir tidak memilik Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Menurut Ketua Komisi A DPRD Sintang, Syahroni saat menyambagi lokasi pembangunan Ruko tersebut pada Sabtu (13/5), pembangunan ini memang belum sesuai dengan aturan yang ada.  

“Dalam waktu dekat, saya akan membawa permasalahan tersebut dalam Rapat Kerja Komisi (RKK), dan akan segera memangil dinas terkait, untuk dimintai klarifikasi atas masalahnya,” ujar politisi PKB tersebut.  

Posisi Ruko sebagian besar memang lebih tinggi dari bangunan rumah masyarakat, sehingga air mengalir ke rumah warga. Padahal, kata Syahroni sudah ada Perda yang mengatur Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) dan Unit Pengelola Sarana (UPS), sebagai syarat perizinan.  

Staf Pengendalian Kerusakan dan Pemulihan, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sintang mengatakan, secara aturan seharusnya sebuah bangunan boleh didirikan setelah ada IMB. Karena berkaitan dengan pendirian Ruko, maka pihaknya akan rapat dengan dinas atau intansi teknis terkait.  

“BLH akan mengundang bagian Tata Ruang terkait IMB, yang mereka keluarkan. Yang jelas, pengembang wajib membuat drainase yang memperhatikan perumahan masyarakat,” paparnya. (nak/mul)