Jarot Minta Pedagang Pasar Raya Kreatif

Sintang

Editor Kiwi Dibaca : 662

Jarot Minta Pedagang Pasar Raya Kreatif
TANDA TANGAN – Bupati Sintang, Jarot Winarno menandatangani prasasti peresmian Pasar Raya Sintang, Selasa (16/5). Dalam peresmian tersebut, Jarot berharap, pedagang bisa kreatif dalam menjaga dan mengelola pasar.
SINTANG, SP - Setelah mengalami penundaan berkali-kali, akhirnya pasar Raya Sintang, yang merupakan eks Pasar Inpres dan mengalami kebakaran pada 2013, diresmikan oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno, Selasa (16/5). Peresmian ditandai dengan pemotongan pita di pintu masuk pasar.  

Pasar Raya Sintang dibangun dengan dana APBD Sintang 2014-2016. Pasar ini berkonsep modern, dan berdiri kokoh dengan dua lantai. Berbagai sarana dan prasarana sangat memadai. Bupati Jarot pun memastikan peruntukan pasarnya ini khusus untuk para pelaku Usaha Kecil dan Menegah (UKM).  

“Lapak dan kios berjualan sangat representatif. ada mushola, toilet, kantor pelayanan, tempat parkir, sumur bor, bak air, tempat sampah, pos polisi, gardu listrik, serta sarana perbankan sebagai fasilitas penunjang aktivitas,” kata Jarot dalam sambutannya.  

Diakui Jarot, memang masih ada keluhan terkait kekurangan di sana-sini, terutama yang berkaitan dengan fasilitas penunjang. Dan ia pun berjanji semua itu akan dibenahi seiring waktu berjalan.  

“Untk meningkatkan kenyamanan, maka fasilitas-fasilitas penunjang yang berkaitan dengan hal tersebut, akan terus kita tingkatkan. Tentunya sesuai dengan kondisi keuangan daerah,” tuturnya.  

Saat ini kata Jarot, keberadaan pusat perbelanjaan modern cukup menjamur. Kondisi tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap para pelaku UKM. Karena itu, diperlukan perangkat hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur pengelolaan pasar tradisional, toko modern, serta pusat perbelanjaan agar tetap seimbang.  

“Kami menyadari, pesatnya pertumbuhan toko-toko modern selain memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan pengeluaran masyarakat, juga membawa dampak negatif. Dampak yang paling nyata adalah munculnya persaingan usaha yang tidak sehat, yang berakibat terhadap pertumbuhan dan perkembangan pasar tradisional,” ujar Jarot  

Menurut Jarot, keberadaan toko modern ini kalau tidak ditangani dengan baik akan mempengaruhi keberadaan pasar tradisional di mana pelaku usaha yang bergerak di pasar tradisional ini sebagian besar adalah pelaku UKM.  

Dalam kesempatan tersebut, Jarot juga berterimakasih kepada pemerintahan sebelumnya, yakni Bupati Milton Crosby, yang telah mencanangkan berdirinya Pasar Raya Sintang pada 2014.  

“Terima kasih kepada Bupati terdahulu, yang telah mencanangkan pembangunan pasar ini. Kita hanya melanjutkan. Memang begitulah seharusnya, siapapun pemimpinnya maka pembangunan-pembangunan yang baik tetap harus dilanjutkan” katanya.  

Mantan Bupati Sintang sebelumnya, Milton Crosby yang juga hadir pada kesempatan tersebut, mengapresiasi duet kinerja Bupati dan Wabup Sintang saat ini, yang salah satunya melanjutkan pembangunan Pasar Raya Sintang hingga selesai.  

“Saya mengapresiasi kinerja Pemkab, yang telah melanjutkan pembangunan pasar ini. Pasar ini fungsinya sangat vital, beragam aktivitas jual beli ada di sini. Tentunya sebagai bentuk perhatian kita terhadap pelaku usaha kecil dan menegah maka pasar ini diharapkan bisa memberi pemasukan terhadap pendapatan pemerintah,” imbuh Milton   Milton mengimbau, para pedagang yang berjualan di Pasar Raya Sintang bisa menjaga dan merawat pasar tersebut, dengan baik dan benar.

Karena semua pembangunan yang dilakukan di Kabupaten Sintang, adalah semata-mata untuk mempersiapkan Kabupaten Sintang sebagai wilayah administratif dalam rangka menyongsong terbentuknya Provinsi Kapuas Raya.  

“Rawat dan jagalah dengan baik pasar ini, sebab segala usaha yang telah kita perbuat semata-mata untuk menunjang pembangunan Kabupaten Sintang. Agar lebih maju dan siap menyongsong masa depan,” katanya. (nak/mul)