Pemkab Evaluasi Manajemen PDAM

Sintang

Editor Kiwi Dibaca : 595

Pemkab Evaluasi Manajemen PDAM
ilustrasi
SINTANG, SP – Jajaran DPRD Kabupaten Sintang, berharap Pemkab segera  mengavaluasi kinerja PDAM Tirta Senentang, yang dinilai belum bisa maksimal. Menurut mereak, selama ini PDAM sebagai BUMD yang mengelola masalah air di Sintang, selalu mengandalkan operasionalnya pada suntikan APBD.  

Anggota Komisi A DPRD Sintang, Mainar Puspasari mengingatkan Pemkab Sintang, tidak hanya memberikan bantuan lewat APBD, namun ada upaya untuk mengevaluasi kinerja manajemen PDAM. Sebab, selama ini kata Mainar masyarakat sangat sering mengeluhkan pelayanan PDAM.  

“Selain dikeluhkan pelayanannya, PDAM Tirta Senentang belum juga memberikan keuntungan ke Pemkab. Karena itu, kami merekomendasikan kepada Bupati Sintang agar mengevaluasi kinerja manajemen PDAM,” kata Mainar.  

Menurut Mainar, Pemkab juga harus selektif dalam rekrutmen Direktur PDAM. Ia berharap, ada seleksi dari lembaga independen, dalam rekrutmen jajaran manajemen.  

“Periode jabatan Direktur hampir selesai, rekrutmen melalui jalur independen harus dilakukan. Kami minta Pemkab melakukan rasionalisasi terhadap karyawan PDAM yang tidak produktif. 

Sebab, kondisi ini berdampak pada pendapatan tidak berimbang,” pintanya.  

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Sintang, Askiman mengungkapkan, mengenai peningkatan pelayanan PDAM, saat ini Pemkab sedang menyusun pelaksanaan evaluasi kinerja jelang masa jabatan direktur PDAM.  

“Ke depan, untuk mengisi jabatan direktur PDAM, akan dilakukan penjaringan secara selektif sesuai ketentuan aturan yang selama ini berlaku,” sebut Askiman.  

Pada pelantikan Dewan Pengawas PDAM beberapa waktu lalu, Bupati Sintang Jarot Winarno memberikan tantangan kepada tiga orang dewan pengawas agar dalam satu tahun ini dapat meningkatkan jumlah sambungan rumah penyediaan air bersih dari 5.650 menjadi 10.000 sambungan. “Saya sudah memberi tantangan ke dewan pengawas. Mereka harus meningkatkan jumlah sambungan rumah,” kata Jarot.  

Menurut Jarot, di Kabupaten Sintang, persoalan penyediaan air minum masih dianggap persoalan serius. Apalagi, aksesibilitas rumah tangga yang menggunakan air bersih dalam kota, hanya 4,5 persen.  

 “Institusi PDAM sebagai penyedia layanan air bersih belum masuk dalam kategori sehat dan minim memberikan kontribusi yang diharapkan. Tahun ini ditargetkan jumlah sambungan rumah dari 5.650 sambungan menjadi 10.000 sambungan rumah,” jelasnya  

Jarot meminta, untuk mencapai target tersebut, dewan pengawas dan direksi PDAM dapat melakukan berbagai tindakan untuk penguatan penyediaan air kepada masyarakat.  

“PDAM mengemban tugas penting. Menyediakan air bersih kepada masyarakat. Diharapkan keduanya bisa berjalan bersama. Kedepan minimal, minimal PDAM dapat memenuhi operasional sendiri dan memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat,” harapnya. (nak/mul)