Langganan SP 2

MUI Sintang Minta Fatwa Medsos Disikapi Bijak

Sintang

Editor Kiwi Dibaca : 252

MUI Sintang Minta Fatwa Medsos Disikapi Bijak
MUI
SINTANG, SP - Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang media sosial memantik pro dan kontra dari berbagai pihak. Menurut Ketua MUI Kabupaten Sintang, H. Ulwan, fatwa yang dikeluarkan MUI tentang bersosialmedia diperuntukan untuk umat Islam sehingga ia meminta masyarakat non Islam agar tidak mengomentari fatwa yang dikeluarkan MUI.

Setiap fatwa yang dikeluarkan MUI, kata Ulwan tentunya sudah dipertimbangkan segala sebab musabab dan mudaratnya sehingga bisa sampai dikategorikan haram dan sebagainya. Karena itu, fatwa yang dikeluarkan adalah untuk kebaikan umat Islam.
“Kita sebagai MUI yang ada di tingkat daerah tentunya mengikuti apa yang telah menjadi keputusan MUI pusat, karena kita yakin apapun yang dikeluarkan MUI sudah dipertimbangkan dan dikaji secara mendalam sehingga pengkategorian yang dibuat sudah menjadi keputusan yang tidak asal dikeluarkan saja,” ujar Ulwan saat ditemui diruang kerjanya, Senin (12/6).

Hal tersebut, kata Ulwan seharusnya bisa menjadi intropeksi bagi setiap umat muslim untuk kembali melihat dampak negatif dari penggunaan media sosial. Ulwan juga berharap pekara fatwa yang dikeluarkan tidak menimbulkan ketersingungan dengan umat lain.

“Jangan sampai ada ketersingungan dengan umat lain, mari kita berjalan sesuai dengan koridor keyakinan masing-masing. Terpenting adalah menjaga persatuan dan kesatuan dengan tidak saling mencampuri urusan masing-masing,” pintanya Ulwan juga meminta semua lapisan masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial. Sebab selama ini ujaran kebencian yang membawa berbagai isu yang berkaitan dengan sara dan politik sangat mudah ditemui dan memancing emosi sebagian orang. Hal itu tak jarang membuat informasi dan berita hoax yang bernuansa profokatif gampang disebar tanpa dianalisa sumbernya.

“Itulah kelemahan kita, daya analisanya rendah sehingga setiap informasi yang berkaitan dengan sara begitu cepat disebar, tapi informasi kebaikan sangat lamban ditanggapi. Makanya hoax sangat gampang disebarkan karena kita sendiri tidak kritis dalam bemedia sosial,” imbuhnya.
Di tengah himpitan kondisi seperti itu, Ulwan berharap semua lapisan masyarakat bisa menjaga persatuan dan kesatuan demi tetap tegaknya NKRI.

“Kondisi media sosial yang sering dijadikan alat penyebar hoax dan profokasi sebaiknya menjadi pelajaran buat kita semua. Sekali lagi intropeksi diri, sudah bijakkah kita bermedsos. Mari jaga persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa dan memulainya dengan bijak dalam menggunakan media sosial,” pungkasnya (nak/jee)