Sintang Jual Cabai ke Batam

Sintang

Editor Kiwi Dibaca : 528

Sintang Jual Cabai ke Batam
TINJAU - Tim P2EMAS Kabupaten Sintang, meninjau lokasi perkebunan cabai milik Poktan Cabai Desa Baning Panjang, Kecamatan Kelam Permai beberapa waktu lalu. Poktan ini membutuktikan bisa jadi petani cabai yang sukses menjual cabai hingga ke luar provinsi K
SINTANG, SP - Desa Pakak Kecamatan Kayan Hilir dan Desa Baning Panjang Kecamatan Kelam Permai, jadi dua wilayah sentra penghasil cabai di Kabupaten Sintang. Tidak tanggung-tanggung, hasilnya sampai di jual keluar daerah, seperti ke Kota Pontianak dan Batam, Kepulauan Riau.  

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Sintang, Veronika Ancili, Desa Pakak dan Baning Panjang memang jadi primadona penghasil cabai. Bedanya, Desa Pakak sudah terkenal sejak dulu, sementara Desa Baning Panjang terhitung baru dan sukses sebagai penghasilkan cabai.  

“Kedua desa beda kecataman tersebut berpotensi jadi pengembangan budidaya cabai. Sejak dulu dan turun temurun penduduk Desa Pangkak adalah petani cabai, dengan 296 KK memiliki kebun cabai,” ujar Veronika, saat ditemui Suara Pemred, Jum’at (16/6).
  Sementara itu, kesuksesan Desa Baning Panjang dikarenakan menggunakan teknologi yang modern dalam pengolahan kebun yang luasnya sekitar 1,1 hektare, dengan 11 ribu batang. Di desa ini, kebun cabai dikelola oleh satu Kelompok Petani (Poktan),   Saat ini, kata Veronika, kebun cabai yang dikelola oleh Poktan Desa Baning Panjang, berumur tujuh bulan dan sudah panen setiap tiga hari sekali. Suksesnya Poktan ini, diakui Veronika sama sekali tidak dibantu oleh Distanbun Sintang.  

“Kami belum pernah membantu, semuanya berkat kerja keras mereka sendiri. Poktan di sini juga punya relasi sendiri di Kota Pontianak, dan cabai tersebut ditampung sebelum akhirnya dikirim ke Batam,” imbuhnya.   Suksesnya para petani berkebun cabai menurut Veronika sangat berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Meskipun untuk yang di Desa Baning Panjang masih hanya dikelola oleh satu Poktan saja, namun mereka sudah terhitung sukses bisa menembus pasar sampai keluar provinsi.  

Veronika mengakui, Distanbun kini terus mengupaya pembinaan ke berbagai sektor produk unggulan desa memang, yang jadi bagian dari Program Peningkatan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (P2EMAS) Kabupaten Sintang.   “P2EMAS diketua oleh Pak Kartiyus, Kepala Bappeda Kabupaten Sintang. Pembinaan sendiri melibatkan berbagai SKPD dan Dinas terkait seperti Distanbun, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMBD) dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagkop UKM),” paparnya.  

Kabid Sosial Budaya, Bappeda Sintang, Kusmara Amijaya, mengatakan P2EMAS merupakan program fasilitasi peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat, di mana salah satu tugasnya adalah memetakan  desa-desa mana saja yang memiliki Produk Unggulan Desa (Prudes).  

“Dengan adanya Prudes, yang dimilki desa, maka ke depannya kita mudah memetakan dan memfokuskan masing-masing wilayah berdasarkan potensi tersebut, sehingga tidak terpecah-pecah,” ungkap Kusmara.   Kusmara mencontohkan daerah Binjai yang selama ini dikenal sebagai penghasil ternak sapi, maka fokusnya nanti adalah menjadikan Binjai sebagi sentra peternakan sapi. Demikian juga dengan Pakak dan Baning panjang yang menjadi penghasil cabai maka fokusnya nanti adalah membina mereka di daerah tersebut.  

“Hal itu juga berlaku untuk daerah Ketungau Tengah dan Hulu yang menjadi penghasil lada sehingga masing-masing wilayah sudah terpetakan sedemikian rupa dengan produk unggulannya masing-masing,” jelasnya. (nak/mul)