Langganan SP 2

Jalan Silat Hulu Berlumpur

Sintang

Editor Kiwi Dibaca : 372

Jalan Silat Hulu Berlumpur
RUSAK BERAT – Jalan poros Silat Hulu-Nanga Dangkan, menuju Nanga Ngeri dan enam desa lain di perhuluan Sungai Ensilat, yang rusak parah, dan menyebabkan akses transportasi dan mobilisasi warga terganggu.
PUTUSSIBAU, SP – Warga Kecamatan Silat Hulu, meminta Pemkab Kapuas Hulu segera memperbaiki Jalan poros Silat Hulu-Nanga Dangkan, menuju Nanga Ngeri dan enam desa lain di perhuluan Sungai Ensilat. Jalan tersebut saat ini kondisinya sangat parah.  

Darma, pengguna jalan mengatakan, rusaknya jalan tersebut sejak beberapa bulan yang lalu. Kerusakan diperparah dengan curah hujan, yang menggenangi badan jalan. Tingginya mobilitas kendaraan yang lalu lalang, semakin membuat jalan tersebut rusak. 

 "Jalan itu belum diaspal, akibatnya mobilisasi masyarakat menuju desa-desa di perhuluan Sungai Ensilat terganggu, termasuk juga dengan akses ekonomi," katanya.  

Menurut Darma, kondisi badan jalan saat ini dipenuhi lumpur, akibatnya ban kendaraan amblas. Untuk melalui lumpur tersebut, biasanya para pengendara harus turun dan menyeret kendaraannya beberapa meter.  

"Tidak jarang, kendaraan yang membawa barang terjatuh ke lumpur. Kami benar-benar sulit bergerak di jalan tersebut," papar Darma.  

Pengguna jalan lainnya, Halim mengatakan, akibat rusaknya jalan tersebut berpengaruh terhadap harga barang. Hal ini mengingat kenaikan harga barang di perhuluan, karena sulitnya akses transportasi untuk mengangkut barang-barang kebutuhan pokok.  

"Bukan hanya sulit untuk mengangkut orang dan barang saja, karena kami juga kesulitan saat mengurus surat menyurat ke kecamatan dan kabupaten," terangnya.  

Dijelaskannya, ruas jalan Nanga Dangkan-Nanga Ngeri, merupakan satu-satunya akses jalan darat yang menghubungkan enam desa di perhuluan Sungai Ensilat, setelah Desa Nanga Ngeri.   

"Jalur sungai memang ada, namun karena musibah tenggelamnya longboat yang mengangkut anak-anak TK pada april lalu, masyarakat trauma dan lebih memilih jalan darat," ujar Halim.
 

Diterangkannya, jalan tersebut sudah lama tidak pernah dibangun oleh Pemkab. Hingga saat ini, warga juga tidak mengetahui status jalan tersebut, apakah jalan kabupaten atau provinsi.   

"Jalan dari Nanga Ngeri-perhuluan Sungai Ensilat juga rusak dan semakin parah, sehingga sulit dilewati," pungkasnya. (sap/mul)