Langganan SP 2

PLBN Jasa Terkendala Status Lahan

Sintang

Editor Kiwi Dibaca : 164

PLBN Jasa Terkendala Status Lahan
ilustrasi
SINTANG, SP - Rencana pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Desa Jasa, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, masih terkendala. Pasalnya, lahan yang telah ditentukan sebagai pusat pembangunan dalam status kawasan, sehingga belum bisa dibebaskan.   Kesulitan membebaskan lahan ini, diakui oleh Wabup Sintang, Askiman. Menurutnya, kawasan tersebut adalah kawasan hutan produksi dan hutan lindung. Padahal, Pemkab sudah menyiapkan 100 hektare (ha) lahan untuk pembangunan PLBN tersebut.

“Pempus mensyaratkan, agar lahan Border di Desa Jasa, dibebaskan terlebih dahulu,” kata Askiman, saat dikonfirmasi kelanjutan rencana pembangunan PLBN tersebut, Minggu (13/8).   Adanya status kawasan ini, papar Askiman, membuat Pemkab kesulitan membuat sertifikat tanah. Padahal, sertifikat sangat dibutuhkan, agar pembangunan PLBN segera direaliasasikan. Meski begitu, lanjut Askiman, Pemkab Sintang terus berjuang untuk pembangunan Border tersebut.   Adapun sejumlah upaya yang dilakukan antara lain meminta Kementerian Kehutanan (Kemenhut), untuk merevisi status kawasan, yang direncanakan untuk membangun Border tersebut.  

“Kita minta izin ke Kemenhut, dengan harapan status kawasan tersebut bisa diubah,” tuturnya.   Di Sintang, ujar Askiman, ada dua kecamatan yang berbatasan darat langsung dengan negara bagian Sarawak, Malaysia. Yakni Kecamatan Ketungau Tengah dan Ketungau Hulu. Dua kecamatan tersebut punya bentang perbatasan yang panjang.   Askiman menjelaskan, wilayah Kalbar dan Kaltara sendiri memiliki panjang batas dari sisi darat dengan Negara Malaysia, mencapai 100 Km. Sehingga, keberadaan PLBN ini dipandang penting.  

“Kita terus perjuangkan. Bahkan, Pemkab Sintang, sudah membuat rancang bangun. Namun, belum dituntaskan oleh Pempus,” katanya.   Tim Desk Wilayah Perbatasan dan Pulau-Pulau Kecil Terluar (Wiltas dan PPKT) Kemenko Polhukam, sempat mengunjungi Kabupaten Sintang beberapa waktu yang lalu. Mereka memastikan mendukung upaya Pemkab membangun PLBN di Desa Jasa.  

Perwakilan Wiltas dan PPKT Kemenko Polhukam, Laksda TNI Halomon Sipahutar, yang merupakan Deputi IV Pertahanan Negara, menilai upaya pembangunan yang dilakukan Pemkab Sintang sudah nyata. Semuanya berorientasi pada pengembangan wilayah perbatasan.  

“Maka upaya untuk menjadikan Sintang sebagai pusat strategis pengamanan wilayah perbatasan, sangat penting. Kita akan terus dukung upaya pembangunan ini,” papar Laksda Halomon.   Pembangunan ini semakin terbuka dengan selesainya pembangunan Bandara Tebelian. Hal ini membuktikan pembangunan Kabupaten Sintang terus meningkat. Dari bandara, rumah sakit, dan PLTU. Oleh karena itu, rencana pembangunan jalan vertikal parelel perbatasan, dari titik nol menuju Senaning terus didorong.  

“Termasuk pembangunan PLBN Jasa, dengan 100 ha lahan. Adanya PLBN Jasa, maka meningkatkan pembangunan ekonomi,” ujarnya.   Selain itu, Laksda Halomon juga mendukung upaya pengamanan wilayah perbatasan. Hal ini dikarenakan Sintang memiliki posisi strategis terhadap pengembangan kewilayahan.  

“10 ha dipersiapkan untuk pembangunan Skadron Puspenerbad, di kompleks Bandara Tebelian. Sehingga pengamanan terhadap wilayah perbatasan lebih maksimal,” pungkasnya. (nak/mul)