Polisi Ciduk Pembawa Narkoba Dari Pontianak

Sintang

Editor Kiwi Dibaca : 478

Polisi Ciduk Pembawa Narkoba Dari Pontianak
Ilustrasi
SINTANG, SP - Satu orang diamankan jajaran Sat Narkoba Polres Sintang lantaran diketahui membawa narkoba jenis sabu-sabu. Tersangka yang menagku bernama Hendra alias Tato ini diamankan di Jalan Mungguk Serantung, Gg Suka Maju, Kel Kapuas Kanan Hulu, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Sabtu (16/9) sore.

Kasatreskrim Polres Sintang, Iptu Aris Setiawan menerangkan bahwa penangkapan didasari adanya laporan yang menyebutkan bahwa pelaku sedang dalam perjalanan menuju Kota Sintang dari Pontinak dan diduga membawa narkoba.
“Pada hari Sabtu tanggal 16 September 2017, sekitar jam 04.30 wib petugas kami mendapatkan informasi bahwa terlapor sedang dalam perjalanan dari Pontianak pulang ke Sintang dan ada menyimpan, atau menguasai narkotika jenis sabu,” ujar Iptu Haris Setiawan saat ditemui diruang kerjanya, Senin (18/9) pagi.

Dari laporan tersebut kata, Haris pihaknya langsung bertindak dan mencari keberadaan terlapor yang kemudian didapati sedang berada di Jalan Mungguk Serantung, Gg. Suka Maju Keluarahan Kapuas Kanan Hulu, Kecamatan Sintang. “Jadi petugas kita berhasil megamankan terlapor di sana.

Saksi juga ada empat orang termasuk anggota dan warga di lokasi penangkapan,” jelasnya.
Dari tangan tersangka Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa dua klip plastik transparan berisi kristal putih yang diduga sabu seberat 1,51 gram, satu unit hanphone dan celana yang dipakai pelaku untuk menyimpan barang tersebut.

“Barang tersebut ia simpan di saku celana sebelah kanan, yang mana barang bukti tersebut sudah diakui kepemilikannya oleh tersangka,” terang mantan Kapolsek Sintang Kota ini.
Saat ditangkap, tersangka tidak memiliki kartu identitas apapun. Kepada petugas ia juga mengaku hanya sekolah sampai kela 2 SD. Di Pontianak berdasarkan pengakuan tersangka dirinya tinggal di Jalan Harais A. Rahman, Gg. Mutiara Kelurahan Sungai Jawi Pontianak.

“Saat ini tersangka sedang dalam tahap pemeriksaan untuk proses lebih lanjut. Kemungkinan besar dia akan terancam dan dikenai pasal 114 ayat 1, atau pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009. Kita juga akan mengembangkan kemungkinan jaringan yang ada,” pungkasnya. (nak/pul)