Sintang Kembangkan Potensi Budi Daya Ikan

Sintang

Editor Kiwi Dibaca : 409

Sintang Kembangkan Potensi Budi Daya Ikan
Ilustrasi
SINTANG, SP - Sebagai salah satu kabupaten yang berada di daerah perhuluan, Sintang selama ini masih menggantungkan pasokan ikan dari luar daerah. Padahal sejatinya kebutuhan ikan bisa terpenuhi jika memang pemerintah konsisten membina masyarakat atau kelompok masyarakat budi daya ikan yang ada.

Peluang budi daya ikan, khususnya ikan air tawar bukan hanya di darat saja melainkan di sungai. Kota Sintang misalnya, memiliki posisi yang strategis karena berada di antara pertemuan dua sungai yakni sungai Melawi dan Sungai Kapuas. Potensi kedua sungai ini sangat menjanjikan apabila dikembangkan untuk budi daya ikan dengan sistem keramba jaring apung.

Setidaknya hal itulah yang coba dilirik oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang, Zulkarnaen. Sebagai dinas baru Zulkarnaen menyadari pihaknya belum bisa memberi kontribusi banyak tehadap upaya pengembangan di sektor perikanan ini. Namun ia memastikan sudah ada cukup banyak rencana yang akan dikerjakan ke depan.

“Ya, salah satunya potensi yang kita lihat adalah sungai, ke depan kita ingin ada keramba jaring apung yang dikelola masyarakat. Supaya kebutuhan di sektor perikanan kita bisa tercukupi, namun semua itu tentu tidak mudah, perlu koordinasi dengan semua element terkait untuk merealisasikannya,” ujar Zulkarnaen, kemarin.

Untuk sementara pihaknya sedang fokus membantu upaya pengembangan budi daya perikanan di darat dengan sisitem kolam buatan yang memakai terpal. “Sudah ada beberapa kelompok budi daya ikan yang kita bantu baik bibit maupun pakan. Semua dalam pengawasan kita, tujuannnya cuma satu. Kita ingin kebutuhan pasokan ikan, khususnya ikan air tawar bisa terpenuhi dengan hasil kita sendiri bukan dari luar,” imbuhnya

Nantinya rencana keramba jaring apung akan dibuat dengan menggunakan pelampung dari drum sehingga akan lebih memudahkan dalam hal pengerjaannya. Selain itu motode keramba jaring apung dengan menggunakan drum ini adalah yang paling umum dipakai.

“Yang kelola nanti kelompok masyarakat seperti juga yang didarat. Tahap awal kita bantu, baik material maupun bibit dan pakan. Intinya kita ingin mandiri dalam hal pemenuhan kebutuhan ikan ini,” ungkapnya. Selain telah membantu kelompok budidaya ikan dengan kolam buatan pihaknya juga telah melakukan penyebaran benih ikan didanau yang dikelola masyarakat.

“Ada satu danau yang telah kita taburi ribuan benih ikan. Dalam waktu yang tidak lama lagi kita akan panen bersama masyarakat,” ceritanya. Wacana lain yang akan dilakukan pihak Dinas Kaetahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang adalah ingin menghidupkan kembali pusat Balai Benih Ikan (BBI) yang sejak beberapa tahun terakhir tidak terurus dikarenakan tidak adanya petugas pengelola.

“Balai Beni Ikan juga dalam perhatian sebab tidak jalan lagi sekarang karena tidak ada petugas pengelola. Namun kami tidak ingin bicara terlalu jauh sebab dinas ini juga masih baru. Yang jelas semua potensi akan kita usahakan untuk dikembangkan dalam hal mendongkarak produksi ikan ini,” tutupnya (nak/ang)