Pemda Sintang Gelar Sosialisasi Penanggulangan Bencana

Sintang

Editor Kiwi Dibaca : 1053

Pemda Sintang Gelar Sosialisasi Penanggulangan Bencana
Ilustrasi
SINTANG, SP - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah membuka  Kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Tentang Penanggulangan Bencana Tahun 2017, di Balai Ruai, Kamis (28/9). Yosepha Hasnah mengatakan Indonesia secara geografis memiliki potensi berbagai bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, dan sebagainya sehingga perlu dipahami bagaimana karakteristiknya, serta bagaimana prinsip penanggulangan bencana tersebut.

“Bencana merupakan rangkaian peristiwa yang mengancam dan menggangu kehidupan masyarakat,” ujar Yosepha yang juga merupakan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sintang ini.
Sejauh ini Kabupaten Sintang kata Yosepha telah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional, sehingga menjadi prioritas nasional dalam hal penanggulangan bencana khususnya di wilayah Kalimantan Barat.

“Tahun ini BNPB sudah menempatkan tiga helikopter di Kalimantan Barat, salah satunya ditempatkan di Kabupaten Sintang, dipergunakan untuk water booming yang meliputi wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Sangau, Sekadau, Melawi dalam rangka meminimalisir bencana karhutla,” terangnya.
Sementara itu, tenaga ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Tantrisno yang turut hadir pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa Karhutla termasuk dalam katagori bencana alam menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007.

“Nah, Kabupaten Sintang ini merupakan daerah yang rawan dengan potensi kebakaran hutan dan lahan yang sanggat tinggi, dan juga tercacat sebagai wilayah yang rawan akan potensi bencana banjir,” ujarnya. Tantrisno mengingatkan bahwa upaya untuk menangulangi masalah bencana alam menjadi perhatian dan tanggungjawab semua pihak. Pemda harus mampu memberi perlindungan terhadap masyarakat dari ancaman bencana yang terjadi.

“Penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab kita bersama antara Pemda dan BNPB yang telah membentuk BPBD serta masyarakat secara keseluruhan.,” imbuhnya.
Tantrisno berharap lewat sosialisasi perundangan-undangan tentang penangulangan bencana ini,  semua pihak bisa memahami tugas dan tanggungjawab masing-masing, guna mengatasi segala hal yang berkaitan dengan bencana alam ditingkat daerah. (nak/pul)

Komentar