Penderita DBD di Sintang Mulai Menurun

Sintang

Editor Kiwi Dibaca : 427

Penderita DBD di Sintang Mulai Menurun
Fogging – Seseorang sedang melakukan Fogging di daerah padat penduduk, hal ini dilakukan untuk memberantas nyamuk DBD, agar masyarakat aman dari penyakit mematikan tersebut.
SINTANG, SP – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sempat ramai beberapa pekan yang lalu di Kabaupten Sintang, kini kondisi mulai membaik. Banyaknya pasien yang dirawat di rumah sakit Sintang sudah dinyatakan sehat, bahkan tidak ada penambahan pasien seperti beberapa waktu yang lalu.

“Sekarang sudah berkurang, kalau beberapa minggu yang lalu memang banyak. Mudah-mudahan jangan sampi banyak lagi,” ujar Kasubag Humas RSUD Ade M Jeon Sintang, Nursyamsiah  kepada Suara Pemred, Jum’at (29/6).
Saat ini untuk jumlah pasien pengidab DBD hanya tersisa sekitar lima orang pasien saja. Itu sudah termasuk akumulasi dengan yang sebelumnya. Dari jumlah itu tentu sangat menurun dratis jika dibandingkan pada pekan lalu yang tercatat ada 16 orang.

“Sekarang hanya tersisa pasien anak-anak saja. Kalau untuk yang dewasa kemarin masih ada, tapi hari ini sepertinya juga sudah pulang karena kondisinya sudah membaik,” lanjutnya. Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang mencatat angka kasus DBD sepanjang tahu 2017 sebanyak 76 kasus dan 47 kasus diantaranya terjadi di Kecamatan Sintang, dengan konsentrasi di Kelurahan Tanjung Puri sebanyak 14 kasus. Sementara sisanya tersebar di wilayah kecamatan lain.

Kabid pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Sandur menegaskan bahwa pihak Dinkes Sintang sudah mengirim surat edaran kepada Puskesmas yang ada di Kabupaten Sintang terkait ancaman DBD yang dirasa kian meningkat tersebut.

“Surat edaran sudah kita kirim, bahkan tahun ini sudah dua kali kita sampaikan. Intinya kita meminta agar setaip Puskesmas waspada terhadap bahaya DBD ini,” terangnya. Dengan begitu petugas di lapangan bisa proaktif menyampaikan kepada masyarakat tentang bahaya DBD dan bagaimana cara menghindari DBD. Sandur juga meminta masyarakat untuk tetap waspada sembari tetap mejaga kebersiahan lingkungan.

Sebab DBD datang dari lingkungan yang tidak terawatt dan banyak genangan air yang memungkinkan nyamuk bias berkembang  biak dengan cepat. “Intinya sih jaga kebersihan, apalagi beberapa waktu yang lalu sedang heboh musim banjir. Kan banyak genangan air. Nah itu harus dibersihkan, masyarakat harus paham, petugas kita di lapangan juga sudah kerap kali memberi tahu tentang bahaya nyamuk ini,” pungkasnya. (pul/nak)