Peresmian Bandara Tebelian Belum Terwujud

Sintang

Editor Tajil Atifin Dibaca : 421

Peresmian Bandara Tebelian Belum Terwujud
Meninjau - Wakil Bupati Sintang, Askiman didampingi Kadishub, Hatta dan Kepala Bappeda, Kartiyus saat meninjau progres pembangunan bandara tebelian.
SINTANG, SP – Hingga saat ini Bandara tTebelian yang diwacanakan akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, belum juga terwujud. Padahal sudah berulangkali rencana itu digaungkan. 

Permasalahannya yakni masih menunggu kejelasan dari Pemerintah Pusat.
Wakil Bupati Sintang, Askiman mengatakan meski pembangunan Bandara Tebelian airport yang terletak di Kecamatan Sungai Tebelian itu sepenuhnya menjadi kewenagan Pemerintah Pusat melalui Kementrian Perhubungan, namun Pemkab Sintang tetap akan mengawasi prosesnya.

“Kita ingin melihat progres pembangunannya sudah sampai mana,” terang Askiman kepada Suara Pemred saat meninjau langsung  progress pembangunan bandara, Kamis (5/10).


Askiman menerangkan bahwa saat ini fasilitas lain seperti menara masih dalam tahap pengerjaan, begitu juga dengan runway juga sedang dikebut pengerjaannya.


“Pemkab Sintang sendiri sudah menyelesaikan tanggungjawab yang menjadi kesepakatan yakni mengerjakan jalan masuk menuju bandara, meski belum seutuhnya selesai,” terangnya.

Askiman mengatakan bahwa Pemkab Sintang tidak punya wewenang untuk menentukan kapan bandara tersebut akan beroperasi, karena semua itu sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Pusat. Sementara terkait rencana peresmian oleh Presiden RI, Askiman mengatakan Pemkab juga sulit memprediksi kapan waktu peresmiannya, sebab masih menunggu progres pembangunan.


“Saya kira kalau untuk presmian dengan melihat progres pekerjaan yang ada, sulit untuk kita prediksikan itu. Karena kalau kita  minta Presiden meresmikan sekarang kondisi bandara belum siap pakai, jadi percuma juga, kita bisa minta peresmian apabila bandara sudah siap pakai,” tambahnya.
Mantan Bupati Sintang dua periode, Milton Crosby berharap pembangunan sisa landasan bandara tebelian Sintang bisa segera rampung.

Dari itu ia meminta Eksekutif dan Legislatif di Kabupaten Sintang lebih pro-aktif menjalin komunikasi ke Pemerintah Pusat terkait peresmian bandara tersebut. “Saya sebenarnya merasa malu terlalu banyak bicara soal bandar udara ini. Namun di sisi lain saya tetap harus mengamati perkembangan pembangunnya karena ada tanggung jawab moral,” kata Milton beberapa waktu yang lalu. Milton berharap beberapa tiga pokok yang menjadi tanggungjawab Pemkab Sintang terkait dengan pembangunan bandara tebelian agar bisa segera diselesaikan.

“Adapun yang menjadi domain tersebut yakni menyelesaikan sertifikat lahan bandara yang sudah dibebaskan, harus segera diaspal jalan masuk dua jalur dari pintu gerbang kearah bandara, kemudian harus segera memagar jalan masuk menuju bandara baik kanan maupun kiri sepanjang 1,3 kilo sesuai standart internasional security,” ujarnya.

Pemkab Sintang kata Askiman harus fokus kepada apa yang sudah dirintis dan harus mulai menyelesaikan pembangunan bertahap yang belum selesai pada masanya tersebut. Evaluasi membuat Rencana Teknis Terinci (RTT) harus dilakukan.

“Itu untuk tahap akhir, sehingga Pemerintah Pusat akan memberikan dana dengan rencana itu, serta akan menyelesaikan sisa pembangunan landasan pacu bandara,” jelasnya. Menurut Milton, apabila bandara tebelian nanti sudah rampung dan sudah diresmikan, maka yang akan merasakan dampak lebih banyak adalah Pemkab Sintang juga. dan pada akhirnya perlahan Sintang akan maju. Selain itu kehadiran  bandara ini sangat strategis apalagi nanti juga akan dibangun Puspenerbad TNI untuk mengkawal wilayah perbatasan.

“Secara dampak jelas kita yang lebih banyak merasakannya. Dengan adanya bandara PAD kita bisa meningkat, kehidupan ekonomi juga pastinya akan berkembang,” pungkasnya. (nak/pul)