Raperda Perubahan APBD Sintang 2017 Disepakati

Sintang

Editor Tajil Atifin Dibaca : 336

Raperda Perubahan APBD Sintang 2017 Disepakati
Tandatangan - Bupati Sintang disaksikan oleh Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sintang saat menandatangani kesepakatan perubahan APBD Tahun anggaran 2017.
SINTANG, SP - Rapat Paripurna ke-V masa persidangan ke tiga DPRD Kabupaten Sintang dengan agenda penyampaian laporan gabungan komisi, permintaan persetujuan anggota DPRD  dan pendapat akhir Bupati Sintang, terhadap Raperda perubahan APBD Sintang Tahun 2017, berlangsung di ruang sidang DPRD Sintang, Senin (9/10).

Bupati Sintang, Jarot Winarno dalam pidato yang mengurai tentang pandangan akhirnya mengatakan, bahwa keberadaan perubahan APBD memiliki fungsi yang cukup urgen, karena sebagai langkah penyempurnaan APBD murni Kabupaten Sintang Tahun 2017 dalam mencapai target-target RKPD tahun anggaran 2017.

   “Melalui perubahan APBD, fungsi otorisasi, fungsi perencanaan, fungsi pengawasan, fungsi alokasi dan fungsi distribusi terhadap subtansi RKPD semakin disempurnakan, sehingga sesuai kondisi yang sedang berlangsung,” ujar Jarot. Jarot mengatakan bahwa penekanan terhadap fungsi alokasi dan fungsi distribusi pada perubahan APBD akan sangat diharapkan dalam upaya menginterfensi berbagai masalah rill yng terjadi di tengah masyarakat.

“Di sini perubahan APBD harus kita pastikan menjadi alat yang tepat untuk mengurangi pengangguran, mengatasi kemiskinan serta merangsang dinamika, efisiensi dan efektivitas  ekonomi daerah,” lanjutnya. Perubahan APBD harus mampu untuk didorong menjadi kekuatan yang dapat menghadirkan rasa keadilan dan kepatutan di tengah kondisi masyarakat, yang diliputi susasana ekonomi yang menantang .

Orang nomor satu di Bumi Senentang ini mencontohkan, harga komoditas karet yang sejatinya diharapkan mampu menjadi primadona masyarakat. Nyatanya masih belum bisa memberi dampak yang baik terhadap pertumbuhan ekonomi, lantaran harganya masih jatuh dan belum menunjukan tanda-tanda akan naik.

“Kondisi ini jelas mempengaruhi transaksi ekonomi daerah secara keseluruhan. Sementara masyarakat butuh pemicu yang dapat mendorong transaksi ekonomi terus bergerak. Dan itu ada pada kekuatan fiskal daerah yng tertuang dalam APBD dan perubahan APBD di tahun 2017 ini,” pungkasnya. Sementara itu Ketua DPRD Sintang, Jefray Edward menuturkan bahwa rapat paripurna yang membahas anggaran perubahan telah disepakati. DPRD kata Jefray berharap agar Pemerintah Kabupaten Sintang bisa menjalankan apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama.

“Kita selesaikan semua APBD Perubahan tahun 2017, memang dari semua pembahasan yang dilakukan, waktu kita ini sudah tidak banyak,” katanya. Jadi menurutnya, efisienkan semua anggaran yang ada dan tentu dengan mempertimbangkan waktu dan kemampuan untuk mengerjakannya. Pihak DPRD juga berharap melalui kesepakatan perubahan APBD tersebut akan mampu mengoptimalkan serapan anggaran sehingga dengan demikian SiLPA akan kecil.

“Jadi semua APBD yang kita adakan perubahan pada hari ini dan telah disetujui, bisa dilaksanakan oleh pemerintah daerah sehingga pada akhir tahun anggaran ini tidak ada lagi yang tersisa,” katanya.

Kalau SiLPA terlalu banyak, dikatakannya tidak baik juga. Oleh sebab itu semua anggaran harus bisa terserap dan semua program harus bisa terlaksanakan.

“Jdi itu Inti dari apa yang kami sarankan dan kami sampaikan kepada Bupati dalam APBD perubahan ini,” pungkasnya. (nak/pul)  

Komentar