Polisi Jadi Penyiar, Obati Kerinduan Warga Jawa

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 344

Polisi Jadi Penyiar, Obati Kerinduan Warga Jawa
POLISI PENYIAR - Kompol Purwanto, Kabag Sumda, menjadi penyiar radio di RRI Sintang, Campur Sari Budaya Jawa. Ia jadi penyiar untuk menghibur serta mengobati kerinduan akan kampung halaman. (SP/Nana)

Kompol Purwanto Sampaikan Pesan Kamtibmas


Salah satu acara yang dimiliki RRI Sintang adalah Campur Sari Budaya Jawa. Acara ini memang diperuntukkan, bagi masyarakat Jawa di Kabupaten Sintang. Acara ini menjadi menarik, lantaran mampu menghibur serta mengobati kerinduan akan kampung halaman. 

SP - Apalagi masyarakat Jawa di Kabupaten Sintang, merupakan perantauan dan sebagian besar lainnya, dulunya mengikuti program transmigrasi.

Adalah Kompol Purwanto, yang merupakan anggota aktif di Polres Sintang. Sehari-hari Kompol Purwanto menjabat sebagai Kepala Bagian Sumber Daya (Kabag Sumda). Ia bertugas melaksanakan pembinaan administrasi personel. 

Sudah dua tahun, ia mendedikasikan diri sebagai penyiar pada acara tersebut. Selama itu pula, pendengar setia acara Campur Sari Budaya Jawa, tidak tahu sama sekali bahwa si penyiar yang sudah akrab menyapa mereka, ternyata seorang polisi.

Campur Sari Budaya Jawa disiarkan setiap Rabu malam selama dua jam di frekwensi 102,50 FM. Kompol Purwanto lebih dikenal oleh para penikmat acara budaya Jawa dengan panggilan Mas Pur. 

Ia mengaku sengaja menyembunyikan identitasnya sebagai anggota Polri, lantaran ingin dirinya tidak memiliki jarak dengan para pendengar setianya di acara tersebut.

“Banyak dari pendengar program acara saya, tidak mengenal saya. Saya sengaja tidak memberitahu identitas saya, agar tidak ada jarak antara pendengar dengan saya,” ujarnya.

Selain menghibur pemirsa setianya, lewat acara tersebut juga, Mas Pur selalu menyelipkan pesan Kamtibmas kepada warga masyarakat Jawa di Kabupaten Sintang. 

Pria kelahiran Ngawi, Jawa Timur tahun 1963, mengaku dirinya sangat menyenangi Budaya Jawa Campur Sari. Karena itu, saat ia ditawari mengisi acara tersebut pada dua tahun, lalu langsung saja dirinya mengiyakan.

“Saya pikir ini adalah kesempatan karena saya memang hoby dengan Budaya Campur Sari. Lewat acara ini, saya tidak hanya memutar lagu-lagu, namun juga menerima sambungan telepon dari pendengar, dan saya sangat menikmati ini,” imbuhnya. 

Ayah empat anak lulusan Secapa tahun 1999, mengaku dirinya akan terus melakoni aktivitas sebagai penyiar, selama dirinya mampu dan selama program tersebut mengudara. Mas Pur mengatakan bahwa, dirinya merasa menikmati, meski harus melakoni dua pekerjaan yang jauh berbeda, yakni sebagai polisi dan penyiar.

Acara ini tidak saja dinikmati di Kabupaten Sintang, namun juga sampai ke Kabupaten Melawi dan Sekadau. “Disela lagu yang diperdengarkan, saya juga selalu menyelipkan pesan dan imbauan berkaitan dengan Kamtibmas, supaya masyarakat selalu patuh hukum dan jangan sampai menjadi korban maupun pelaku kejahatan,” tandasnya.

Kapolres Sintang, AKBP Sudarmin mengatakan, dirinya tidak mempermasalahkan anggotanya yang melakoni aktivitas sebagai penyiar. Terlebih itu diluar jam tugas, serta bermanfaat untuk masyarakat banyak.

Kapolres juga menilai, apa yang dilakukan oleh anggotanya tersebut, merupakan bentuk inovasi dalam upaya menyampaikan pesan Kamtibmas, sekaligus mendekatkan diri kepada masyarakat. 

Kapolres bahkan meminta agar anggota, bisa memamfaatkan kelebihan yang mereka punya, untuk hal positif sebagaimana yang dilakukan oleh Kompol Purwanto.

“Kami selalu mendukung selama inovasi itu positif dan bermanfaat. Saya juga selalu memberi petunjuk dan arahan, agar anggota selalu membuat ide kreatif yang berguna bagi masyarakat Sintang,” ujar Kapolres. (nana arianto/lis)

Komentar