Kades Diharapkan Mampu Optimalkan Potensi Desa

Sintang

Editor Tajil Atifin Dibaca : 357

Kades Diharapkan Mampu Optimalkan Potensi Desa
BUKA KEGIATAN - Bupati Sintang Jarot Winarno didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Hotler Panjaitan saat membuka kegiatan pelatihan manajemen BUMDes di Hotel Santika Puri, Kota Sintang.
SINTANG, SP - Sejumlah Kades dan Manajer Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ada di Kabupaten Sintang  mendapat pelatihan, guna meningkatkan kemampuan pemahaman dan wawasan, berlangsung di Hotel Santika Puri, Kota Sintang, (26/10).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang itu, dibuka oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno. Dalam sambutannya mengatakan bahwa apa yang yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada desa dalam bentuk dana desa tidaklah berarti apa-apa jika tidak mampu dikelola dengan baik.

“Pendirian BUMDes merupakan satu  dari empat arahan Presdien Jokowi dan dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat dalam bentuk desentralisasi dan demokratisasi desa tidak akan menjadi apa-apa bila tidak diolah,” ujar Jarot.

Jarot juga menanyakan perkembangan program pemberdayaan di desa-desa kepada para peserta yang hadir. Ia mengingatkan bahwa saat ini sudah ada tujuh desa di Kabupaten Sintang yang didaulat sebagi desa percontohan pada tahun 2018.

"Melalui program Pemberdayaan dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat (P2-Emas), desa-desa lain harus mampu mencontoh desa-desa tersebut dalam upaya mengembangkan diri," terangnya.  

Kegiatan yang mengusung tema, ‘’Meningkatkan, Mengoptimalkan dan Menciptakan Perekonomian Desa Dalam Pengelolaan Potensi Ekonomi Desa’’ ini memang diperuntukan khusus bagi penasehat BUMDes yang dalam hal ini adalah pejabat Kades dan manajer BUMDes. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang, Hotler Panjaitan, menuturkan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah semata-mata untuk meningkatkan kemampuan pemahaman dan wawasan penasehat.

"Untuk menambah pengetahuan Kades sebagai penasehat BUMDes dalam menumbuhkan prakarsa dan kreatifitas masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya dan potensi lokal melalui,” kata Hotler. Hotler menerangkan, bahwa peserta kegiatan tersebut berjumlah 140 orang yang mana terdiri dari Kades dan manajer BUMDes yang telah memiliki peraturan desa tentang BUMDes. “Jadi ini diperuntukan untuk mereka yang telah memiliki peraturan desa, berkaitan dengan keberadaan BUMDes di wilayah masing-masing,” pungkasnya. (nak/pul)    

Komentar