Galian Batu Ilegal di Areal Bukit Kelam Makan Korban

Sintang

Editor Andrie P Putra Dibaca : 224

Galian Batu Ilegal di Areal Bukit Kelam Makan Korban
Evakuasi jenazah korban terjepit batu di galian batu Bukit Kelam, Kabupaten Sintang, Senin (20/11). (net)
SINTANG, SP - Kawasan sekitar Bukit Kelam tak dipungkiri banyak terdapat tambang galian batu. Aktivitas ini tak pernah mengantongi izin resmi, bahkan sebagian masyarakat tetap menambang secara tradisional tanpa alat pengaman.

Hal  ini tentu membahayakan nyawa para penambang, khususnya pada areal tambang yang ekstrem. Terbukti dengan adanya korban meninggal akibat aktivitas penambangan tersebut pada, Senin, (20/11).

Berdasarkan laporan yang diterima dari Humas Polres Sintang, korban meninggal bernama Bambang Purwanto yang merupakan warga Dusun Sejanji, Desa Sungai Maram.

Kapolsek Kelam Permai, IPTU Zulpikar Koto mengatakan, bahwa berdasarkan keterangan dari rekan korban sesama penambang sebelumnya sudah diingatkan untuk tidak terlalu masuk ke dalam lubang galian batu, karena dinilai berbahaya.

Namun korban tidak mengindahkan hingga terjadilah kecelakaan maut tersebut.

“Korban tetap berkeras masuk ke lubang batu dan memahat batu yang ada di sekitar areal penggalian batu, dan saat korban bekerja tiba - tiba pecahan batu besar menimpa korban, dan korban terjepit di dalam lubang batu tempat korban bekerja,” terang Kapolsek.

Rekan korban yang mengatahui korban terjepit di dalam lubang batu dalam kondisi tidak dapat bergerak, lantas berteriak meminta pertolongan kepada para penambang lainnya dan juga warga sekitar.

"Warga yang berdatangan untuk memberikan pertologan secara beramai-ramai dibantu aparat kepolisian dari sektor Kelam Permai memecahkan batu tersebut, namun nahas korban tak bisa diselematkan dan meninggal dunia,” ujarnya.

Korban bekerja di areal penggalian batu tersebut sudah sekitar satu bulan.

Areal itu merupakan milik seorang warga bernama Paulus Labut. Pemilik beralasan lokasi tersebut dibuka karena rencana akan dibuat rumah anaknya. (nak)