Tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga Dilatih

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 202

Tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga Dilatih
PELATIHAN – Suasana Pelatihan Kelompok Bina Keluarga yang berlangsung di Balai Pagodai Rumah Jabatan Wakil Bupati Sintang, Senin (20/11). (SP/Nanak)
SINTANG, SP - Pembinaan terhadap masyarakat di segala jenjang umur pada tingkat desa terus menjadi perhatian bagi Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang. Perhatian itu ditunjukkan melalui para tenaga pendamping Kelompok Bina Keluarga yang ada di masing-masing Posyandu.

Demikian yang diungkapkan Dr Robi Hendra selaku Kabid KB-KS DKBP3A kala memberikan materi pelatihan terhadap kurang lebih 50 orang tenaga pendamping Kelompok Bina Keluarga yang berlangsung di Balai Pagodai Rumah Jabatan Wakil Bupati Sintang, Senin (20/11).

Saat  ini, DKBP3A Sintang terus gencar memberikan penyuluhan dan pendampingan di tiga sektor jenjang umur melalui tenaga pedamping Kelompok Bina Keluarga yakni kelompok usia balita, remaja dan lansia.

“Jadi program ini bertujuan untuk bina keluarga balita, remaja dan lansia. Kita tahu bahwa masyarakat yang ada di Indonesia itu secara umum dibina  mulai dari usia dua sampai enam tahun di PAUD. Sementara manusia itu perlu dibina dari umur 0 tahun. Makanya harus kita berikan masukan kepada para kader untuk lebih giat memperhatikan hal ini,” ujar Robi.

Sementara pada jenjang pembinaan terhadap usia remaja memang harus lebih intensif. Sebab pada usia ini sangat rentan terhadap pengaruh buruk seperti pergaulan bebas dan narkoba. 

“Untuk remaja memang harus lebih maksimal lagi karena pada usia ini mereka biasanya dalam tahap mencari jati diri, mudah terpengaruh lingkungan seperti pergaulan bebas dan narkoba. Itu yang harus kita wasapadai dan lewat pendamping inilah kita terus mengedukasi mereka,” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, banyak orang-orang pada usia 60 tahun dibiarkan dan kurang mendapat perhatian dari keluarga. 

“Ini jadi masalah. Nah, kita lewat para pendamping diharapkan bisa membuat masa tua mereka lebih hidup dan bergairah lewat berbagai kegiatan yang sudah kita rancang,” terangnya. 

Sementara Wakil Bupati Sintang, Askiman seusai membuka kegiatan tersebut mengatakan, dirinya berharap para tenaga pendamping bertambah wawasannya sebagai bekal untuk membina semua masyarakat yang ada di daerah-daerah pedesaan dengan sebaik-baiknya.

“Ada tiga kegiatannya yakni bina balita, bina remaja dan bina lansia. Untuk bina balita kita berharap mereka mampu membina semua kelurga yang ada sehingga mereka mampu menciptakan kelurga yang benar-benar bertanggunjawab terhadap anaknya. Mulai dari sejak dini yakni dari usia 0 sampai 6 tahun,” harap Askiman

Demikian pula pembinaan usia remaja. Banyaknya anak usia remaja yang gagal lantaran terlibat pergaulan bebas, tidak bisa sepenuhnya disalahkan kepada sang anak. Sebab didikan dari keluarga juga berpengaruh terhadap tumbuh kembang seorang remaja.

“Ini bukan kesalahan anak itu sendiri semata tetapi peran aktif dari keluarga dalam membina anak-anaknya . Lalu guru di sekolah juga punya peran dalam membina siswa. Apabila ini tidak efektif, maka akan berdampak buruk bagi masa depan mereka,” katanya. 

Demikian juga terhadap lansia, perlu ditanamakan kesadaran bagi mereka. Moralitas juga perlu ditanamkan. Norma-norma disiplin perlu ditanamakan dan yang paling penting yakni menciptakan para orang tua penuh dengan rasa kebahagian. (nak/bah)