Film 'Sejawat' Produksi Putra Daerah Sintang Bagian-1

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 402

Film 'Sejawat' Produksi Putra Daerah Sintang Bagian-1
muda asal KabupaPEMUTARAN PERDANA - Bupati Sintang, Jarot Winarno tampak antusias dan membaur di tengah masyarakat untuk menyaksikan pemutaran perdana film lokal karya sineasten Sintang, berjudul 'Sejawat' di gedung kesenian, komplek stadion Baning Sinta

Masuk Semifinal Festifal Film Los Angeles 2018


Masyarakat Kota Sintang berduyun-duyun mendatangi gedung seni yang terletak di komplek stadion Baning Kota Sintang, Selasa (21/11) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Kedatangan warga ternyata dipantik rasa penasaran terhadap film karya putra daerah yang berjudul 'Sejawat'.

SP - Pemutaran perdana film yang masuk dalam semifinal festival film Los Angeles, Amerika Serikat tahun 2018 ini, turut dihadiri oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno, Kapolres Sintang AKBP. Sudarmin, Anggota DPRD Sintang, Syahronoi dan beberapa pejabat lainnya.

Sang sutradara film , Wahyu Gunawan yang merupakan putra asli Sintang asal Menyumbung menerangkan, film tersebut menceritakan tentang kisah persahabatan.

"Ini film cerita sahabat antara dua orang, yang mana salah satunya sudah memiliki istri dan sering berbohong kepada istri yang sedang hamil tua, ini merupakan representasi kehidupan masyarakat sehari-hari," ujarnya.

Wahyu yang juga merupakan mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) mengaku mengarap film tersebut sebagai tugas akhir study di IKJ. Namun dalam prosesnya tidak hanya fokus pada penyelesaian tugas akhir, tapi film yang ia garap juga untuk mempromosikan Kabupaten Sintang ketingkat nasional dan internasional.

“Film ini saya buat bergenre drama dan memang dibuat untuk sfesifikasi film festival bukan untuk komersil. Yang saya angkat adalah sisi kehidupan masyarakat keseharian, dengan harapan orang akan paham bahwa beginilah adanya masyarakat sintang,” ujar Wahyu.

Film ini cukup mampu membuat penonton terhibur, lantaran menggunakan bahasa daerah dalam setiap adegannya. Dan tentu saja dengan teks terjemahan dalam bahasa indonesia. 

Untuk ide membuat film ini sendiri kata Wahyu dibutuhkan waktu satu tahun. Namun film pendek berdurasi 24 menit ini dalam proses shootingnya hanya membutuhkan waktu satu minggu.

"Krunya ini baru semua dan merupakan teman-teman dari Sintang yang saya ajak berpartisipasi. Jadi saya ingin perkenalkan sedikit banyak tentang perihal film, terutama untuk produksi film itu sendiri," imbuhnya.

Terlepas dari film ini mampu membuat para penonton tertawa terpingkal-pingkal, karena beberapa adengan terkesan lucu. Dikatakan Wahyu itu adalah bonus bagi dirinya sebab film tersebut tidak digarap sebagai film komedi.

“Ya itu bonuslah bagi saya, artinya apa yang saya buat ternyata mampu menghibur masyarakat. Namun sekali lagi saya katakan jika film ini belum mampu memenuhi hasrat kepuasan bagi sebagian lainnya, maka saya minta maaf karena ini bukan film komersil,” pungkasnya. (nana arianto/pul)