Askiman: Sulitnya Memahami Aturan Pemerintah Secara Utuh

Sintang

Editor Kiwi Dibaca : 91

Askiman: Sulitnya Memahami Aturan Pemerintah Secara Utuh
PROGRAM PID - Wakil Bupati Sintang, Askiman kala membuka acara sosialisasi Program Inovasi Desa (PID) tahun 2017 yang berlangsung di Balai Praja, Komplek Kantor Bupati Sintang
SINTANG, SP - Wakil Bupati Sintang, Askiman menilai bahwa perubahan yang terjadi di Indonesia membawa pada kehidupan masyarakat yang lebih baik, namun juga menimbulkan kendala tersendiri.

Salah satu kendala yang cukup banyak ditemui kata Askiman adalah, di mana masih banyak terjadi kesulitan terhadap proses pemahaman ketentuan peraturan yang dikeluarkan pemerintah, terkait dengan sistem tata kelola pemerintahan.

“Otonomi kita memberi kewenangan penuh kepada daerah untuk mengurus rumah tangganya masing-masing. Salah satunya terjadi perubahan mencolok pada peraturan pemerintahan desa,” ujar Askiman kala membuka acara sosialisasi Program Inovasi Desa (PID) tahun 2017 yang berlangsung di Balai Praja Komplek Kantor Bupati Sintang, Selasa (28/11).

Pada tingkatan inilah kemudian dinilai oleh Askiman ada persoalan yang muncul, yaitu sulitnya memahami ketentuan aturan secara utuh, sehingga menimbulkan kebingungan aparatur desa. "Apalagi ditambah bila terjadi pergantian perangkat desa, ini memanglah tidak mudah,"  lanjutnya.

Askiman menjelaskan, persoalan-persoalan lain yang harus dihadapi oleh pemeritah desa dalam menyelenggarakan rumah tangganya, terkait dengan tinggi rendahnya komitmen untuk membangun desa, banyaknya dana yang masuk di desa namun tidak disertai dengan peningkatan kualitas personal masyarakatnya.

“Dalam keleluasannya mengatur dana desa, terlihat masih kurangnya kualitas perencanan pembangunan yang dibuat oleh aparatur desa kita,” ungkapnya.

Selama ini menurut Wabub, rencana kerjanya di sektor pemerintahan desa lebih banyak membangun fisik.
"Padahal kita mengharapkan upaya pemberdayaan masyarakat lebih ditingkatkan, dengan menggali potensi desa dan membuka usaha bersama milik desa, seperti BUMDes,” tandasnya.

Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Sintang, Saiful Noor menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan PID di Kabupaten Sintang telah di lakukan oleh 13 kecamatan, sedang satu kecamatan lagi sedang dalam proses pembentukan tim.

“PID merupakan program yang dipetik dari hasil karya desa-desa yang didayagunakan sebagai pengetahuan secara meluas," imbuhnya.

Dalam proses terang Saiful, PID ini menjadi semacam tempat pertukaran informasi yang cocok dipraktekkan di masing-masing desa.

"PID ini memang digarap untuk tujuan berbagi informasi perdesaan. Sehingga memungkin setiap desa untuk mempraktekan apa yang mereka terima dari informasi di PID, sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing," terangnya.

Pada prinsipnya kata Saiful, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas penggunaan dana  yang peka terhadap kebutuhan masyarakat desa.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun kapasitas desa dalam membangun perekonomian masyarakat, melalui peningkatan pendapatan perdesaan yang sesuai dengan potensi desa,” pungkasnya. (nak/pul)